DLH Mimika
DLH Mimika Perluas Aplikasi Bank Sampah ke Sekolah dan Tempat Ibadah
Pejabat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mimika, Albertho R Asmuruf menjelaskan dalam sosialisasi tersebut, turut dipaparkan penggunaan
Ringkasan Berita:
- Mimika sosialisasikan Perbup 37/2025 tentang pembatasan plastik.
- Tujuannya adalah mengganti plastik sekali pakai dengan produk pakai ulang.
- Bank sampah berbasis aplikasi sudah ada di 22 wilayah untuk sirkulasi ekonomi.
- Target 2025: Program bank sampah di sekolah agar biaya bisa dibayar dengan sampah pilah.
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, terus mendorong upaya pengurangan sampah plastik melalui sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 37 Tahun 2025 tentang pembatasan penggunaan kantong plastik, wadah plastik dan kemasan plastik.
Pejabat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mimika, Albertho R Asmuruf menjelaskan dalam sosialisasi tersebut, turut dipaparkan penggunaan aplikasi pengenalan bank sampah sebagai bagian dari program pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
"Jika kemarin sosialisasi dilakukan bersama pemerintah, hari ini sasaran kita adalah tokoh agama, tenaga pendidik, guru, sekolah dan pelaku usaha,"ucapnya saat diwawancarai di Hotel Horison Diana, Jalan Budi Utomo Mimika, Jumat, (5/12/2025).
Baca juga: WALHI Papua: Tambang Ilegal di Waropen, Ada Keterlibatan WNA selama 5 Tahun Terakhir
Pemerintah menegaskan bahwa pembatasan plastik bukan berarti menghilangkan penggunaannya, tetapi mengganti kemasan sekali pakai menjadi produk yang dapat dipakai ulang.
“Botol plastik bisa diganti dengan tumbler atau Tupperware, begitu juga kemasan makanan,” ungkapnya.
Program ini sejalan dengan kebijakan pengurangan sampah melalui sistem daur ulang yang dijalankan dengan bank sampah. Saat ini fasilitas bank sampah telah dibangun di 22 kelurahan dan kampung di wilayah Kota Timika, mencakup Distrik Mimika Baru, Wania dan Kuala Kencana.
Baca juga: Pastor Baru Bunda Maria Pikhe Emanuel Kossay Pimpin Misa Perdana Paroki Asalnya di Wamena
"Sampah organik kita kumpulkan, angkut dan olah. Sampah anorganik juga demikian. Tujuannya agar sampah tidak lagi berakhir di TPA, tetapi menjadi bagian dari sirkulasi ekonomi,"katanya.
Program aplikasi bank sampah pada 2025 akan difokuskan ke sekolah dan tempat ibadah.
"Harapan kita, anak sekolah dan tenaga pendidik dapat membayar biaya sekolah dengan sampah yang sudah dipilah. Begitu juga di tempat ibadah," tutupnya.(*)
Tribun-Papua.com
Pemkab Mimika
Mimika
Kabupaten Mimika
18 Distrik di Mimika
DLH Mimika
Bank Sampah Wastu Lestari
Bank Sampah
Bupati Mimika
Masyarakat Mimika
| Program MBG di Biak Papua Terhenti, Sembilan SPPG Tak Memenuhi Standar |
|
|---|
| Gandeng FC Barcelona, BRI Youth Champions League U-14 Resmi Bergulir di Jayapura |
|
|---|
| Parade Serba Putih Warnai Pelantikan 249 Kepala Kampung Biak Numfor Hari ini |
|
|---|
| Head to Head Persipura Jayapura vs PSIS Semarang, Skuad Mutiara Hitam Lebih Unggul |
|
|---|
| Penembakan Brutal di Puncak Papua, Amnesty International Desak Evaluasi Total Operasi Keamanan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/sadmsadkasdkadsjada.jpg)