Senin, 13 April 2026

Petani Mimika

Wabup Mimika Komitmen Telusuri Distribusi Obat Pertanian yang Belum Merata

Hal tersebut disampaikan Emanuel Kemong saat menerima masukan dan rekomendasi dari Ombudsman RI Provinsi Papua yang

Tribun-Papua.com
PETANI MIMIKA - Waki Bupati Mimika Emanuel Kemong, di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Minggu, (14/12/2025). Wabup Mimika terima keluhan petani, soroti distribusi obat pertanian dan buka layanan pengaduan. 
Ringkasan Berita:
  • Masalah Petani: Wabup Mimika, Emanuel Kemong, menyoroti distribusi obat pertanian dan ketidakmerataan bantuan usai menerima kajian Ombudsman Papua.
  • Pengakuan Wabup: Wabup secara jujur mengakui kebenaran keluhan petani dan berjanji meneruskan rekomendasi Ombudsman untuk perbaikan.
  • Layanan Aduan: Pemkab Mimika telah membentuk 'Mimika Center' sebagai pusat pengaduan resmi bagi petani.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Wakil Bupati Mimika, Provinsi Papua Tengah, Emanuel Kemong, menyoroti sejumlah persoalan yang dihadapi para petani di kabupaten ini, khususnya terkait distribusi obat pertanian, pemanfaatannya, hingga keadilan dalam penyaluran bantuan.

Hal tersebut disampaikan Emanuel Kemong saat menerima masukan dan rekomendasi dari Ombudsman RI Provinsi Papua yang memuat hasil kajian keluhan petani pada pekan ini.

Ia mengakui banyak petani yang ditemui menyampaikan persoalan hukum terkait obat-obatan tanaman, serta kebutuhan petani yang dinilai belum terdistribusi secara merata.

Baca juga: Wagub Papua : Tanpa Harmoni LKN, Transformasi Papua Baru Mustahil

"Secara jujur kami harus mengakui, apa yang disampaikan oleh para petani itu benar. Distribusi obat pertanian dan pemanfaatannya perlu kita telusuri bersama, apakah sudah merata atau belum,” kata Emanuel, di Kabupaten Mimika, Minggu, (14/12/2025). 

Wabup berkomitmen meneruskan hasil kajian dan catatan penting tersebut kepada bupati Mimika, guna ditindaklanjuti melalui langkah perbaikan yang konkret.

Menurut dia, Pemkab Mimika telah membentuk satu wadah pengaduan resmi bagi masyarakat, khususnya petani, yang merasa belum mendapatkan pelayanan maksimal dari pemerintah.

Baca juga: Tokoh Adat Meepago Bagi 100 Paket Sembako Natal Untuk Warga Nabire

“Kami sudah membentuk pusat pengaduan atau Mimika center. Siapa saja, termasuk petani dan pihak lain yang merasa belum tersentuh oleh pemerintah, bisa menyampaikan aduan melalui wadah tersebut,” ujarnya.

Ia berharap, ke depan akan ada pertemuan rutin bersama para petani, koperasi pertanian dan pihak terkait lainnya untuk membahas langsung persoalan di lapangan, termasuk evaluasi distribusi bantuan agar tidak menimbulkan ketimpangan.

"Rekomendasi hari ini menjadi sangat penting sebagai bahan perbaikan ke depan. Jangan sampai persoalan yang sama terulang pada musim tanam berikutnya," tegasnya.

Baca juga: Pemerintah Bantu 100 Ekor Ayam Petelur Untuk Tokoh Masyarakat di Nabire

Dalam kesempatan itu, Emanuel juga mengapresiasi tim kajian dari Provinsi Papua yang meskipun hanya bekerja selama dua hari di Mimika, namun mampu menghasilkan kajian dan rekomendasi yang dinilai komprehensif.

"Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan terima kasih atas seluruh masukan dan rekomendasi yang telah diberikan. Ini akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan kinerja OPD ke depan," pungkas Emanuel.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved