Kamis, 16 April 2026

Wagub Papua

Wagub Papua : Tanpa Harmoni LKN, Transformasi Papua Baru Mustahil

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Papua, Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, yang hadir langsung bersama

Istimewa
MUBES FORKOM LKN – Suasana pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) II, Forum Komunikasi Lintas Kerukunan Nusantara (FORKOM LKN) Papua yang secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Papua, Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, berlangsung di hotel Zuni Abepura, Kota Jayapura, Papua, Minggu, (14/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Mubes Digelar: FORKOM LKN Papua menggelar Mubes II di Jayapura, dibuka oleh Wakil Gubernur (Wagub) Aryoko Rumaropen.
  • Peran Utama: Wagub menyebut FORKOM LKN sebagai 'pilar sosial kebangsaan' dan ruang untuk memperkuat silaturahmi.
  • Mitra Strategis: LKN adalah mitra penting pemerintah, sebab harmoni sosial sangat krusial bagi keberhasilan Transformasi Papua.
  • Pesan Kunci: Wagub menekankan pentingnya soliditas, menghindari dualisme, dan menempatkan persatuan di atas kepentingan kelompok.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Magai

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Forum Komunikasi Lintas Kerukunan Nusantara (FORKOM LKN) Papua menggelar Musyawarah Besar (Mubes) II yang berlangsung di Hotel Zuni Abepura, Kota Jayapura, Papua, Minggu, (14/12/2025).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Papua, Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, yang hadir langsung bersama sejumlah pejabat daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta perwakilan paguyuban Nusantara di Papua.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Papua menyampaikan bahwa FORKOM LKN Papua bukan sekadar organisasi, melainkan ruang kebangsaan yang mempertemukan niat baik seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat silaturahmi, menjaga kerukunan, serta meneguhkan komitmen persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca juga: Tokoh Adat Meepago Bagi 100 Paket Sembako Natal Untuk Warga Nabire

“Papua adalah rumah besar bagi semua. Kemajemukan dan keberagaman merupakan anugerah sekaligus tanggung jawab. Tanpa pengelolaan yang bijaksana, perbedaan bisa menjadi sumber konflik. Karena itu, sikap saling menghormati menjadi kunci menjaga harmoni,” ujar Aryoko.

Ia menekankan peran strategis tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta pimpinan paguyuban sebagai penjaga nilai-nilai kemanusiaan dan jembatan dialog sosial di tengah masyarakat.

Wakil Gubernur juga menyebutkan bahwa FORKOM LKN Papua yang berdiri sejak tahun 2010 di Jayapura merupakan wadah pemersatu paguyuban Nusantara bersama tujuh wilayah adat di Papua, dengan visi “satu rasa Merah Putih” sebagai garda terdepan dalam menjaga kebersamaan dan persatuan.

Baca juga: Pemerintah Bantu 100 Ekor Ayam Petelur Untuk Tokoh Masyarakat di Nabire

Menurutnya, sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Papua, yakni transformasi Papua baru yang maju dan harmonis, FORKOM LKN memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sosial dan kebangsaan.

“Saya meyakini tanpa harmoni sosial, transformasi Papua tidak akan berjalan dengan baik. Oleh karena itu, FORKOM LKN kami pandang sebagai pilar sosial kebangsaan dan mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas, membangun kepercayaan, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan dari akar rumput,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta Mubes agar menjaga soliditas organisasi, menghindari dualisme kepengurusan, serta menempatkan kebersamaan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Baca juga: Hari Ini Hanya 1 Distrik di Mimika yang Cerah Berawan

“Persatuan adalah kekuatan terbesar kita. Jangan ada perpecahan di dalam tubuh FORKOM LKN Papua maupun di tengah masyarakat. Satu untuk semua, semua untuk satu,” pesannya.

Di akhir sambutan, wakil gubernur Papua menyampaikan ucapan selamat melaksanakan Musyawarah Besar II FORKOM LKN Papua Tahun 2025, seraya berharap forum tersebut dapat menghasilkan keputusan yang bijaksana dan membawa manfaat besar bagi masyarakat Papua.

“Selamat bermusyawarah. Semoga keputusan yang dihasilkan dapat memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, dan mendorong Papua yang damai, sejahtera, serta bermartabat,” pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved