Jumat, 8 Mei 2026

Mimika Terkini

Pedagang Minta Pemkab Mimika Buka Akses Pengiriman Daging Babi ke Luar

Di Pasar ini konsumen bisa mendapatkan dengan ukurang yang diinginkan sebab pedagang telah menyediakan sesuai kebutuhan. Mulai

Tayang:
Tribun-Papua.com
PASAR DI MIMIKA - Nampak pedagang daging babi melayani pembeli di Pasar Sentral Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Rabu, (4/2/2026). Harga daging babi di Mimika turun menjadi Rp 140.000 per kilogram dari Rp150 ribu.(Feronike Rumere). 

Ringkasan Berita:
  • Harga Turun: Daging babi di Mimika kini Rp140 ribu/kg karena pasokan melimpah.
  • Jualan Variatif: Tersedia berbagai ukuran mulai dari jeroan Rp50 ribu hingga paha utuh.
  • Kendala Pakan: Peternak terjepit harga pakan mahal akibat langkanya bahan baku jagung.
  • Usul Ekspor: Pedagang minta pemerintah buka kembali pengiriman daging ke luar Timika.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Harga daging babi di Pasar Sentral Mimika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, mengalami penurunan dari Rp150 ribu per kilogram menjadi Rp140 ribu per kilogram.

Berdasarkan pantauan Tribun-Papua.com pada Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIT, harga tersebut berlaku di lapak pedagang daging babi Pasar Sentral Mimika yang berlokasi di Jalan Hasanudin.

Di Pasar ini konsumen bisa mendapatkan dengan ukurang yang diinginkan sebab pedagang telah menyediakan sesuai kebutuhan. Mulai dari harga 50 ribu untuk jeroan, Rp100 ribu untuk ukuran 7-8 ons, Rp140 ribu untuk per kilogram, Rp200 ribu untuk satu kilogram setengah, bahkan untuk ukuran paha yang dijual antara Rp1.300.000 hingga Rp1.400.000 sesuai besar kecil.

Lince yang merupakan satu dari sejumlah pedagang babi di pasar ini, mengatakan harga daging babi turun sebab pasokan ternak meningkat. Pembeli cukup ramai pada awal tahun 2026 ini.

“Daya beli masyarakat meningkat. Selain potongannya besar, jumlah daging yang kami jual juga cukup banyak yang terjual,” katanya.

Baca juga: Tragedi Frengki di Yahukimo Bukti Kegagalan Perlindungan Negara dan Brutalnya Vonis Sepihak TPNPB

Pada Juli 2025 harga daging babi sempat melonjak hingga Rp200.000 per kilogram akibat berkurangnya populasi babi karena serangan wabah menular. 

Seiring berjalannya waktu, wabah tersebut berhasil diatasi. Stok ternak babi kembali meningkat dan berdampak pada penurunan harga secara bertahap, dari Rp 200.000 per kilogram menjadi Rp 180.000, kemudian Rp 150.000, hingga kini Rp 140.000 per kilogram.

Lince berharap ketersediaan stok babi dan pakan ternak tetap terjaga agar harga daging babi dapat stabil ke depannya.

Andarias yang merupakan pedagang sekaligus peternak babi, mengatakan meski harga daging babi mengalami penurunan, harga pakan ternak justru belum stabil.

“Harga pakan sekarang Rp590.000 per karung. Kalau yang eceran malah lebih mahal. Minggu lalu sempat mencapai Rp600.000 per karung, sementara harga daging babi terus turun,” ungkapnya.

Baca juga: Kedubes Cina dan UNICEF Tinjau Program MBG dan Layanan Kesehatan di Kabupaten Jayapura

Ia menjual babi hidup berusia lima bulan atau yang sudah bisa diberi pakan, berada pada kisaran Rp5 juta per ekor, sedangkan anak babi dihargai Rp2 juta per ekor.

Andarias menceritakan dampak wabah pada 2025 lalu, sangat dirasakan para peternak, termasuk dirinya karena banyak peliharaan yang mati.

“Waktu wabah, harga daging di pasar mencapai Rp 200.000 per kilo. Harga babi hidup usia lima bulan yang sebelumnya Rp5 juta bisa naik sampai Rp10 jutaan per ekor,” ujarnya.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved