Pemkab Jayapura
Kedubes Cina dan UNICEF Tinjau Program MBG dan Layanan Kesehatan di Kabupaten Jayapura
Kerja sama Pemerintah Kabupaten Jayapura dengan Pemerintah Cina sudah terjalin sejak 2025 dengan didirikannya Dapur Komunitas.
Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: Paul Manahara Tambunan
Ringkasan Berita:
- Selain itu, pemerintah juga meminta dukungan bantuan program perbaikan gizi bagi penderita penyakit menular Tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS.
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Kedutaan Besar Cina bersama UNICEF Indonesia meninjau pelayanan kesehatan serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah dan puskesmas di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (4/2/2026).
Rombongan Duta Besar Cina dan UNICEF Indonesia di dampingi Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Adi Kurniawan melihat langsung pelayanan di Poli bersalin, Poli KB, dan Poli Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) di UPTD Puskesmas Sentani.
Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Adi Kurniawan mengatakan dalam kunjungan tersebut pihaknya meminta dukungan ketersediaan alat-alat kesehatan maupun peningkatan kapasitas petugas kesehatan guna meningkatkan capaian terutama dalam perbaikan layanan kesehatan.
Baca juga: Dinas Kesehatan Biak Tegaskan Pentingnya Higienitas dalam Program Makan Bergizi Gratisw
"Karena Cina memproduksi alat kesehatan murah dan efektif kami meminta alat pemeriksaan diagnostik. Dukungan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, tingkatkan kapasitas jadi tenaga kesehatan dilatih meningkatkan kapasitas," ujar Adi Kurniawan.
Selain itu, pemerintah juga meminta dukungan bantuan program perbaikan gizi bagi penderita penyakit menular Tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS.
Dukungan ini diperlukan agar penderita dapat memenuhi kebutuhan gizinya serta rajin berobat.
"Kita minta support perbaikan gizi, seperti yang diketahui TB dan HIV karena kekurangan nutrisi jadi kalau bisa dapur komunitas difokuskan kepada anak-anak juga kepada orang yang menderita penyakit menular supaya rajin berobat dan menyelesaikan sehingga mereka lebih rajin berobat dan merangsang menyelesaikan pengobatan AIDS," jelasnya.
Adi juga menjelaskan kerja sama Pemerintah Kabupaten Jayapura dengan Pemerintah Cina sudah terjalin sejak 2025 dengan didirikannya Dapur Komunitas.
Baca juga: Targetkan 1 Juta Pemeriksaan, Kasus Postif Malaria di Kabupaten Jayapura Terus Melonjak
Program yang dijalankan di Dapur Komunitas yakni Pemberian Makanan Tambahan (PMT), bagi ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan anak stunting di Genyem, Distrik Nimbokrang.
"Tahun ini kami minta lokusnya lebih luas lagi Sentani dan Distrik Sentani Timur, " katanya.
Sementara itu, Minister Counselor Republik Cina Li Hongwei dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang berjalan dengan UNICEF Indonesia di Papua.
Ia menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Jayapura.
Baca juga: Makan Bergizi Gratis Mulai Dilaksanakan di Biak Papua, Dinas Pendidikan Dukung Perluasan Program MBG
"Saya sangat senang berkunjung kesini, ini program kerja sama [Pemerintah Cina] dengan UNICE Indonesia, saya senang kerjasama ini. Selanjutnya kerjasama antara pembangunan sumberdaya manusia," katanya.
Dalam kunjungan itu, Minister Counselor Republik Cina Li Hongwei menyerahkan akta kelahiran kepada ibu yang baru melahirkan.
Akta kelahiran ini dicetak langsung oleh UPTD Puskesmas Sentani melalui program Siitandukrusamas Sistem Terintegrasi Pelayanan Kependudukan dan Rumah Sakit dan Puskesmas) kepada keluarga yang telah menyiapkan nama anak yang baru lahir.
Program ini merupakan langkah cepat untuk menjaring data administrasi kelahiran anak di Kabupaten Jayapura. (*)