Paskah di Papua
Sambut 6.000 Jemaat di Hari Paskah, Gereja St. Stepanus Mimika Siapkan Videotron dan Tenda
Pastor Paroki, Gabriel Ngga OFM mengatakan pihaknya akan menggelar dua kali perayaan misa pada Kamis Putih, yakni pukul 16.00 WIT
Ringkasan Berita:
- Umat Katolik Mimika bersiap menyambut Tri Suci di Gereja St Stepanus Sempan dengan rangkaian ibadah dan berbagai persiapan.
- Misa digelar dua kali pada Kamis Putih, Sabtu Suci, dan Minggu Paskah karena umat membludak, sementara Jumat Agung hanya satu kali.
- Pastor Gabriel berharap Paskah menjadi momentum umat membawa damai dan peduli sesama.
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Umat Katolik di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah menyambut Tri Suci dengan penuh khidmat melalui rangkaian ibadah yang dimulai sejak Kamis Putih hingga perayaan Paskah, sebagai momen memperingati sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus Kristus.
Gereja Katolik St Stepanus Sempan di Kabupaten Mimika pun melakukan berbagai persiapan, mulai dari penataan liturgi, kebersihan dan dekorasi gereja, hingga kesiapan umat dalam mengikuti seluruh rangkaian ibadah.
Pastor Paroki, Gabriel Ngga OFM mengatakan pihaknya akan menggelar dua kali perayaan misa pada Kamis Putih, yakni pukul 16.00 WIT dan 19.00 WIT.
Sementara itu, perayaan Jumat Agung hanya dilaksanakan satu kali, yakni pukul 15.00 WIT.
Baca juga: Detik-detik Markas Polres Dogiyai Diserang: Satu Polisi Tewas, Dua Luka Serius
“Untuk Jumat Agung hanya satu kali perayaan, karena sesuai tradisi dan kitab suci, kita mengenangkan wafat Yesus Kristus pada pukul 15.00, sehingga dilaksanakan secara khusyuk,” ujarnya, di Gereja Katolik St Stepanus Sempan, Mimika, Kamis (2/4/2026).
Sedangkan pada Sabtu Suci, misa juga digelar dua kali, masing-masing pukul 16.00 WIT dan 19.00 WIT. Hal yang sama juga dilakukan pada perayaan Minggu Paskah.
Menurut Pastor Gabriel, pelaksanaan dua kali misa pada Kamis Putih dan Sabtu Suci dilakukan karena jumlah umat yang hadir biasanya sangat banyak.
“Umat yang datang biasanya membludak, sehingga perlu dibagi dalam dua kali perayaan agar semua bisa mengikuti ibadah dengan baik,” jelasnya.
Baca juga: Rombongan Bupati Terjebak Saat Tinjau Sekolah di Yokari, Yunus Janji Benahi Sarpras
Dalam rangka kelancaran misa, berbagai persiapan teknis juga telah dilakukan oleh umat, seperti pemasangan tenda dan penyediaan videotron guna menunjang jalannya ibadah.
Selain itu, selama masa prapaskah umat juga telah mendalami tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) yang tahun ini menekankan gerakan Gereja yang misioner, solider, dan terlibat di tengah masyarakat.
“Tema APP mengajak umat untuk menjadi gereja yang hidup, yang tidak hanya berdoa tetapi juga hadir dan peduli terhadap sesama,” katanya.
Ia menyebutkan, jumlah umat Katolik di wilayah tersebut mencapai sekitar 5.000 hingga 6.000 orang. Namun, saat perayaan Paskah jumlah tersebut diperkirakan meningkat karena banyak umat yang datang dari berbagai tempat.
Pastor Gabriel berharap semangat Paskah tidak hanya dimaknai sebagai perayaan liturgi semata, tetapi juga menjadi momentum bagi umat untuk menjadi pembawa damai dan harapan di tengah masyarakat.
Baca juga: Cegah Pemborosan Anggaran, Pemkab Biak Gandeng Akademisi UNNES Susun ASB
Tribun-Papua.com
Umat Katolik St Stefanus Sempan
Pengertian Doa Bagi Umat Katolik
Umat Katolik
Info Mimika
Masyarakat Mimika
Paskah di Mimika
Malam Paskah
Paskah
Perayaan Paskah
| Pesan Paskah di Jayawijaya, Pastor Ajak Umat Cegah Anak Cucu Jadi Pengemis di Tanah Sendiri |
|
|---|
| Pemkab Biak Numfor Salurkan Bantuan Bahan Makanan Dukung Kamping Paskah di Enam Klasis |
|
|---|
| Penuh Sukacita, Anak Sekolah Minggu GKI Getsemani Mandouw Biak Kamping Rayakan Paskah |
|
|---|
| Anak-anak Panti Asuhan di Jayapura Gelar Teatrikal Jalan Salib |
|
|---|
| Ratusan Pemuda GKI se-Klasis Port Numbay Gelar Jalan Salib, Sambut Paskah di Kota Jayapura |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/kajSLKJlas.jpg)