Senin, 27 April 2026

Info Nabire

Lomba Yospan Tingkat Pelajar Nabire Digelar, Martina Deba: Tapi Tanpa Seni Segalanya Tak Berarti

Perlombaan ini diikuti 21 regu, dengan jumlah keseluruhan 260 siswa dari berbagai sekolah di Kabupaten Nabire.

|
Tribun-Papua.com/Calvin Louis Erari
TARIAN YOSPAN - Perlombaan Yosim pancar (Yospan), tingkat SMP dan SMA resmi digelar di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Selasa (26/8/2025). 

Laporan Waetawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE - Perlombaan Yosim pancar (Yospan), tingkat SMP dan SMA resmi digelar di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Selasa (26/8/2025).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Wicaksana Laghawa Polres Nabire, Jalan Jenderal, Sudirman, Karang Tumaritis, Distrik Nabire.

Perlombaan ini diikuti 21 regu, dengan jumlah keseluruhan 260 siswa dari berbagai sekolah di kabupaten ini.

Tujuan kegiatan ini untuk, mengaktifkan, dan melestarikan, seni budaya tradisional asli Papua.

Baca juga: Festival Ramadhan Pegunungan Papua Digelar, Dewan Kesenian: Ajang Kolaborasi Seni dan Toleransi!

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Nabire, Martina Deba mengatakan, seni bukan segalanya, tetapi tanpa seni, segalanya tidak berarti.

"Artinya, penting budaya tari Yospan terletak pada fungsi, dan simbol persahabatan, kebersamaan, maupun identitas masyarakat Papua sebagai media penyampaian pesan, serta ekspresi kebahagiaan dalam berbagai acara adat, hingga penyambutan tamu," kata Martina dalam sambutanya.

Menurut dia, Yospan juga menjadi pemersatu bangsa, yang mampu menunjukan semangat masyarakat Papua, untuk itu warisan ini harus dijaga, dipupuk, dan dirawat,  dengan sebaik-baiknya.

"Supaya kedepan Yospan tetap hidup, dan dikenal oleh generasi muda untuk berekspresi, menampilkan kreativitas bakat seni, maupun meningkatkan rasa percaya diri," ujarnya.

Sementara, Wakil Bupati Nabir, Burhanuddin Pawennari menambahkan, Yospan merupakan, tarian khas Papua yang mengandung makna persaudaraan, dan semangat gotong royong.

Melalui Yospan, masyarakat dapat belajar bahwa, seni bukan hanya soal keindahan, tetapi bagaimana tentang jati diri, semangat persatuan dan kebanggan terhadap budaya sendiri.

Menurut dia, perlombaan ini menjadi kegiatan penting untuk melestarikan budaya Papua, mengembangkan kreativitas seni, agar generasi muda dapat terus berkreasi dalam mengembangkan budayanya.

"Supaya dengan begitu, mereka dapat membangun percaya diri, kebersamaan, dan kreaktivitas secara bersama," kata Burhanuddin.

Baca juga: Pemkab Nabire Komit Kembangkan Seni Budaya Indonesia Lewat Berbagai Kegiatan

Melalui event ini, Burhanuddin berpesan, peserta boleh menunjukan penampilan terbaik mereka dengan penuh semangat.

"Ingat, kalian adalah generasi penerus bangsa, yang akan terus membawa seni, dan budaya kita dimasa yang akan datang. Berani tampil, berarti berani bermimpi, untuk itu, dengan mengikuti lomba ini, kalian telah dapat menunjukan keberanian, percaya diri, melatih disiplin, serta mengasa kreativitas. Jadi kalah atau menang, bukanlah yang utama, sebab yang paling penting adalah pengalaman," ujarnya.

Kata Burhanuddin percaya, dari perlombaan sederhana ini, akan melahirkan generasi yang kreatif, tangguh, dan mencintai budaya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved