Rabu, 20 Mei 2026

Nabire

Pamit Memancing, Pria di Nabire Ditemukan Meninggal Dunia di Kebun Ubi

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, korban ditemukan pertama kali oleh warga dalam posisi tergeletak tanpa mengenakan baju

Tayang:
Istimewa
PENEMUAN MAYAT - Penemuan mayat berinisial H.P di lokasi pengambilan material, Kampung Bumi Mulia, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, Senin, (2/1/2026). Kasat Reskrim Polres Nabire IPTU Habibi Cendrawasih Solosa mengatakan kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. 

Ringkasan Berita:
  • Penemuan mayat berinisial HP di lokasi pengambilan material, Kampung Bumi Mulia, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Senin, (2/1/2026).
  • Adik Korban Yeni mengatakan, kematian kakaknya cukup aneh, karena dibagian telinga ada bekas tikam, lalu kaki luka-luka.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE - Warga Kampung Bumi Mulia, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, dikejutkan dengan penemuan mayat laki-laki berinisial AP di lokasi pengambilan material pada pukul 10.00 WIT.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, korban ditemukan pertama kali oleh warga dalam posisi tergeletak tanpa mengenakan baju dan hanya memakai celana pendek berwarna abu-abu.

Kapolsek Nabire Barat IPTU Bogi Transtanto, S.H bersama anggota piket langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) usai menerima laporan tersebut.

Jenazah korban  langsung dievakuasi menggunakan kendaraan patroli Polres Nabire ke RSUD Nabire untuk dilakukan visum.

Baca juga: Putaran Ketiga Championship Memanas: Berikut Daftar Laga Kandang-Tandang 20 Klub Barat dan Timur

Dari kejadian tersebut, unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Nabire yang dipimpin Kasat Reskrim IPTU Habibi Cendrawasih Solosa, melaksanakan olah TKP dan pengumpulan barang bukti.

Petugas telah mengamankan sejumlah barang bukti, dan meminta keterangan saksi-saksi.

"Penanganan kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian," kata IPTU Habibie dalam pers rilis yang diperoleh Tribun-Papua.com, Senin, (2/2/2026).

Atas kejadian ini, para awak media, termasuk Tribun-Papua.com mencoba untuk mencari informasi dari pihak keluarga, dan hasil dari itu, adik kandung korban, Yeni membeberkan sejumlah fakta terkait hilangnya korban.

Menurut Yeni, pada Senin pagi dia ditelpon oleh istri korban dan menyampaikan bahwa sejak Minggu, (1/2/2026) siang kakaknya (korban) pergi memancing, namun belum pulang ke rumah hingga saat ini.

Istri korban bersama beberapa orang mencari korban selanjutnya mencari korban. "Saya tinggal di rumah saja karena rasa pusing," katanya.

Baca juga: Wisuda UKSW: Rektor Ingatkan 642 Lulusan pada Superhero di Balik Toga dan Semangat Pantang Menyerah

Dalam proses pencarian menurut keterangan Yeni, semua barang korban seperti, motor, alat pancing, umpan, serta air minum milik ditemukan dengan utuh di satu tempat, namun korban tidak ada. "Itu ditemukan di jalan masuk SP C," tandasnya.

Tiba-tiba menurut Yeni, satu keponakannya datang ke rumah mereka, lalu menyampaikan bahwa telah mendengar informasi dari sejumlah pedagang di Pasar Karang.

"Keponakan bilang, mama-mama di pasar cerita katanya ada orang yang tidur di mereka punya kebun, tapi tidak tau itu siapa," jelasnya.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved