Nabire
Pamit Memancing, Pria di Nabire Ditemukan Meninggal Dunia di Kebun Ubi
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, korban ditemukan pertama kali oleh warga dalam posisi tergeletak tanpa mengenakan baju
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Marius Frisson Yewun
Ringkasan Berita:
- Penemuan mayat berinisial HP di lokasi pengambilan material, Kampung Bumi Mulia, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Senin, (2/1/2026).
- Adik Korban Yeni mengatakan, kematian kakaknya cukup aneh, karena dibagian telinga ada bekas tikam, lalu kaki luka-luka.
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE - Warga Kampung Bumi Mulia, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, dikejutkan dengan penemuan mayat laki-laki berinisial AP di lokasi pengambilan material pada pukul 10.00 WIT.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, korban ditemukan pertama kali oleh warga dalam posisi tergeletak tanpa mengenakan baju dan hanya memakai celana pendek berwarna abu-abu.
Kapolsek Nabire Barat IPTU Bogi Transtanto, S.H bersama anggota piket langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) usai menerima laporan tersebut.
Jenazah korban langsung dievakuasi menggunakan kendaraan patroli Polres Nabire ke RSUD Nabire untuk dilakukan visum.
Baca juga: Putaran Ketiga Championship Memanas: Berikut Daftar Laga Kandang-Tandang 20 Klub Barat dan Timur
Dari kejadian tersebut, unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Nabire yang dipimpin Kasat Reskrim IPTU Habibi Cendrawasih Solosa, melaksanakan olah TKP dan pengumpulan barang bukti.
Petugas telah mengamankan sejumlah barang bukti, dan meminta keterangan saksi-saksi.
"Penanganan kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian," kata IPTU Habibie dalam pers rilis yang diperoleh Tribun-Papua.com, Senin, (2/2/2026).
Atas kejadian ini, para awak media, termasuk Tribun-Papua.com mencoba untuk mencari informasi dari pihak keluarga, dan hasil dari itu, adik kandung korban, Yeni membeberkan sejumlah fakta terkait hilangnya korban.
Menurut Yeni, pada Senin pagi dia ditelpon oleh istri korban dan menyampaikan bahwa sejak Minggu, (1/2/2026) siang kakaknya (korban) pergi memancing, namun belum pulang ke rumah hingga saat ini.
Istri korban bersama beberapa orang mencari korban selanjutnya mencari korban. "Saya tinggal di rumah saja karena rasa pusing," katanya.
Baca juga: Wisuda UKSW: Rektor Ingatkan 642 Lulusan pada Superhero di Balik Toga dan Semangat Pantang Menyerah
Dalam proses pencarian menurut keterangan Yeni, semua barang korban seperti, motor, alat pancing, umpan, serta air minum milik ditemukan dengan utuh di satu tempat, namun korban tidak ada. "Itu ditemukan di jalan masuk SP C," tandasnya.
Tiba-tiba menurut Yeni, satu keponakannya datang ke rumah mereka, lalu menyampaikan bahwa telah mendengar informasi dari sejumlah pedagang di Pasar Karang.
"Keponakan bilang, mama-mama di pasar cerita katanya ada orang yang tidur di mereka punya kebun, tapi tidak tau itu siapa," jelasnya.
Yeni yang mendengar informasi langsung berbegas bersama keponakannya ke Pasar Karang untuk mengali lebih dalam informasi itu.
"Setelah di pasar, saya ketemu kakak kompleks satu, lalu kami bersama-sama tanya mama yang sampaikan info ini hingga selesai, langsung kakak kompleks ni bilang, kalau dia tau tempatnya," tandasnya.
Baca juga: Dua Perdua Putaran Championship: Garudayaksa Segel Barat, Persipura dan Barito Berebut Puncak
Setelah itu, mereka melanjutkan pencarian dan pada akhirnya menemukan korban yang sudah tidak bernyawa.
Menurut Yeni, korban ditemukan dalam posisi terlentang di kebun-kebun ubi dengan posisi mata terbuka, dan lalat sudah banyak.
"Karena begitu, saya langsung telepon keluarga, lalu ade-ade, om dan semuanya untuk datang ke lokasi" ujarnya.
Yeni bilang kematian kakaknya cukup aneh, karena di bagian telinga terdapat bekas tikam, lalu pada bagian kaki terdapat luka-luka.
"Cuman kalau memang orang bunuh dan ada perlawanan, maka pasti di lokasi ada bekas, tapi bekas di lokasi tidak ada sama sekali. Artinya, kemungkinan itu, orang taruh kaka (korban) di situ," pungkasnya. (*)
Tribun-Papua.com
Kali Wanggar di Nabire
Nabire
Kabupaten Nabire
Polres Nabire
Jenazah
penemuan mayat
Tokoh masyarakat Nabire
| 6 Suku Asli Nabire Bersatu Siapkan Langkah Besar Kawal Masa Depan Adat |
|
|---|
| Polres Nabire Larang Penjualan BBM Eceran dan Miras Selama Aksi Massa pada 7 April 2026 |
|
|---|
| Bukan Sekadar Slogan, FKUB Papua Tengah Kerahkan 60 Relawan Lintas Agama di Nabire |
|
|---|
| Pemkab Nabire Siapkan Langkah Hadapi Krisis Daging Sapi yang Mulai Terasa |
|
|---|
| Sekda Ajak ASN Nabire Keluar dari Rutinitas Kerja Lamban Demi Pelayanan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/sadadkasdjadkasdas.jpg)