Minggu, 19 April 2026

Polemik Rencana Ekspansi Sawit Papua, Ini Data BPS soal Luas Perkebunan Sawit di Bumi Cenderawasih

Menurut BPS, ada ratusan ribu hektar kebun sawit di Tanah Papua pada 2024. Papua Selatan jadi provinsi dengan luas perkebunan sawit terbanyak.

Penulis: Astini Mega Sari | Editor: Astini Mega Sari
Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
PERKEBUNAN SAWIT DI PAPUA - Ilustrasi perkebunan sawit. Menurut data BPS pada 2024, ada ratusan ribu hektar perkebunan sawit di Tanah Papua, Papua Selatan jadi provinsi dengan luas perkebunan sawit terbanyak. 

Ringkasan Berita:
  • Usulan Presiden Prabowo Subianto melakukan ekspansi perkebunan kelapa sawit di Papua mendapatkan banyak kritik dari sejumlah pihak.
  • Menurut data BPS pada Juli 2024, ada ratusan ribu hektar perkebunan sawit di Tanah Papua.
  • Papua Selatan jadi provinsi dengan luas perkebunan sawit terbanyak.


TRIBUN-PAPUA.COM
- Usulan Presiden Prabowo Subianto melakukan ekspansi perkebunan kelapa sawit di Papua untuk menghasilkan bahan bakar minyak (BBM) menuai polemik.

Prabowo ingin Tanah Papua ditanami tanaman-tanaman perkebunan penghasil etanol seperti sawit, tebu, dan singkong agar bisa mencapai swasembada energi dalam lima tahun ke depan.

“Nanti kita berharap di daerah Papua pun harus ditanam kelapa sawit supaya bisa menghasilkan juga BBM dari kelapa sawit," ucapnya dalam rapat percepatan pembangunan Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Ia mengklaim negara bisa berhemat pengeluaran hingga Rp 250 triliun tiap tahun untuk impor bahan bakar minyak jika mengembangkan BBM dari sumber alternatif.

Baca juga: Tanggapan Sejumlah Pihak soal Rencana Prabowo Tanam Sawit di Papua

PERCEPATAN PEMBANGUNAN PAPUA - Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming menyalami para kepala daerah dari Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/12/2025).
PERCEPATAN PEMBANGUNAN PAPUA - Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming menyalami para kepala daerah dari Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/12/2025). (Kompas.com/KOMPAS.com/Rahel)

Namun, gagasan Prabowo tersebut mendapatkan banyak kritik dari sejumlah pihak.

Banyak pihak menilai rencana tersebut berpotensi memperparah krisis lingkungan dan kemanusiaan.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Papua misalnya, mereka mengaku khawatir pemerintah membuka tanah adat dan hutan di Papua untuk proyek perkebunan sawit.

Direktur Eksekutif WALHI Papua Maikel Peuki menganggap rencana Prabowo tersebut sebagai ancaman terhadap hak adat masyarakat Papua, kelestarian hutan adat, ketahanan pangan lokal, dan keberlanjutan lingkungan.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan mengingatkan pemerintah tidak membuka hutan baru untuk penanaman kelapa sawit.

Menurutnya, penanaman sawit masih dimungkinkan selama dilakukan di lahan eksisting yang tidak membutuhkan pembukaan hutan baru. 

Lalu berapa luas perkebunan sawit yang sudah ada di Bumi Cenderawasih?

Baca juga: Beri Arahan untuk Kepala Daerah Se-Papua, Prabowo Bahas Dana Otsus, MBG, hingga Penanaman Sawit

Luas Perkebunan Sawit di Tanah Papua

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) per 18 Juli 2024, Papua Selatan menjadi provinsi dengan perkebunan sawit terluas di Tanah Papua mencapai 97,77 ribu hektar.

Di Papua Barat, luas perkebunan sawit tercatat mencapai 48,33 ribu hektar.

Lalu di Papua, ada 42,17 ribu hektar perkebunan sawit.

Luas perkebunan sawit di Papua Barat Daya mencapai 38,42 ribu hektar, dan di Papua Tengah mencapai 9,37 ribu hektar.

Sementara di Papua Pegunungan belum terdapat aktivitas perkebunan kelapa sawit yang tercatat secara statistik di wilayah tersebut.

Sehingga total luas perkebunan sawit di Tanah Papua menurut BPS per Juli 2024 tercatat sekitar 235,99 ribu hektar. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved