Sabtu, 23 Mei 2026

Mimika Terkini

Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak Paling Tinggi di Mimika

Berdasarkan data DP3AP2KB, total laporan kasus kekerasan terhadap anak, perempuan, dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)

Tayang:
Tribun-Papua.com
KDRT DI MIMIKA - Kepala DP3AP2KB bersama Kepala Seksi Perlindungan Khusus Anak, Tien Wabes, dan Pendamping Psikologi Korban Kekerasan, Kristin Yoku, di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Rabu (4/2/2026). Mereka menyebut kasus kekerasan terhadap anak, dindominasi kekerasan seksual. (Feronike Rumere). 

Ringkasan Berita:
  • Dominasi Kasus: Kekerasan seksual terhadap anak menjadi kasus tertinggi di Mimika dengan 34 laporan sepanjang tahun 2025.
  • Trauma Korban: Pemerintah daerah memberikan perhatian serius karena sebagian besar korban mengalami trauma berat yang berdampak jangka panjang.
  • Faktor Pelaku: Pelaku umumnya berasal dari lingkungan terdekat atau keluarga dengan pemicu kondisi ekonomi dan minimnya edukasi.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Kasus kekerasan seksual terhadap anak masih mendominasi laporan yang diterima Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan data DP3AP2KB, total laporan kasus kekerasan terhadap anak, perempuan, dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) mencapai 56 kasus. Meski mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 59 kasus, angka tersebut dinilai masih cukup tinggi.

Dari total laporan tersebut, kasus kekerasan terhadap anak menjadi yang paling banyak, yakni 46 kasus. Rinciannya meliputi kekerasan fisik sebanyak 4 kasus, kekerasan seksual 34 kasus, kekerasan psikis 4 kasus, pelanggaran hak anak 3 kasus, serta 1 kasus hak asuh anak.

Sementara itu, kasus KDRT tercatat sebanyak 8 kasus, terdiri dari kekerasan fisik 3 kasus, penelantaran 3 kasus, dan kekerasan psikis dengan 2 korban. Adapun kekerasan terhadap perempuan tercatat 2 kasus, yang seluruhnya merupakan kekerasan seksual.

Baca juga: Pedagang Minta Pemkab Mimika Buka Akses Pengiriman Daging Babi ke Luar

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Mimika, Johana Arwam, mengatakan tingginya kasus kekerasan seksual, khususnya terhadap anak, menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pasalnya, sebagian besar korban mengalami trauma berat yang berdampak jangka panjang.

“Yang paling banyak itu kekerasan seksual. Ini sangat memprihatinkan karena traumanya bisa bertahun-tahun bahkan seumur hidup,” ujar Johana di Mimika, Papua Tengah, Rabu, (4/2/2026).

Berdasarkan hasil pendataan, pelaku kekerasan umumnya berasal dari lingkungan terdekat korban, termasuk keluarga. Faktor pemicu lainnya antara lain kondisi sosial ekonomi, lingkungan tempat tinggal yang tidak layak, serta minimnya edukasi mengenai batasan diri pada anak.

Ia pun mengimbau orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak, khususnya anak perempuan, serta memberikan pemahaman sejak dini mengenai bentuk-bentuk pelecehan dan bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain.

Johana memastikan mereka akan terus berupaya memberikan pendampingan psikologis bagi para korban guna memulihkan kondisi mental dan kepercayaan diri mereka.

Baca juga: KKB Papua Bunuh Pekerja Proyek Sekolah, Keamanan Sektor Pendidikan di Yahukimo Kembali Terancam

“Ini baru yang melapor. Masih banyak yang tidak melapor karena rasa takut dan malu. Ada juga orang tua yang khawatir anaknya dipandang negatif. Padahal pendampingan psikologis itu sangat penting,” katanya.

Sementara itu, Pendamping Psikologi Korban Kekerasan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Mimika, Kristin Yoku, menjelaskan keterbatasan akses menuju distrik-distrik terpencil masih menjadi tantangan besar dalam penanganan kasus kekerasan.

Kendala biaya dan transportasi membuat sebagian besar laporan kasus hanya berasal dari wilayah perkotaan. 

“Untuk saat ini, kami terus berkoordinasi dengan aparat kampung dan kepolisian. Jika ada kasus darurat, langsung dirujuk ke kota,” jelas Kristin.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved