Rabu, 20 Mei 2026

Prakiraan Cuaca di Mimika

Mimika Masuki Pancaroba, Warga dan Nelayan Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem

Peningkatan suhu pada pagi hingga siang hari memicu penguapan tinggi yang berujung pada pertumbuhan awan konvektif yang masif.

Tayang:
Kompas.com/Ronny Adolof Buol
Ilustrasi gelombang tinggi. 

Memasuki Pancaroba, Cuaca Mimika Berawan hingga Hujan, Gelombang Laut Capai 2,5 Meter

Ringkasan Berita:
  • Cuaca di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada akhir Maret 2026 diprakirakan berawan hingga hujan dengan intensitas bervariasi, terutama sore hingga malam hari, sebagai dampak masa pancaroba. 
  • BMKG menyebut kondisi ini dipicu peningkatan suhu yang menyebabkan pertumbuhan awan hujan, serta belokan angin yang berpotensi memicu cuaca ekstrem.
  • Selain itu, gelombang laut di perairan lepas mencapai 1,25–2,5 meter sehingga nelayan diminta waspada. Suhu udara berkisar 24–34 derajat Celsius.


Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Mimika mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di wilayah Kabupaten Mimika, Papua Tengah

Memasuki masa peralihan musim atau pancaroba pada penghujung Maret 2026, kondisi cuaca diprakirakan akan didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang disertai angin kencang.

Forecaster BMKG Mimika, Stevan, menjelaskan pola cuaca saat ini merupakan ciri khas transisi dari musim angin barat.

Dalam sepekan ke depan, peningkatan suhu pada pagi hingga siang hari memicu penguapan tinggi yang berujung pada pertumbuhan awan konvektif yang masif.

Baca juga: Cuaca Mimika Hari Ini: BMKG Sebut 17 Distrik Berpotensi Hujan Ringan Hingga Sedang

"Kondisi ini memicu hujan lebat, petir, dan angin kencang, terutama pada sore hingga malam hari. Fenomena belokan angin di masa peralihan ini yang sering kali memicu cuaca ekstrem," ujar Stevan saat ditemui di Kantor BMKG Mimika, Selasa (24/3/2026).

Selain cuaca di daratan, BMKG memberikan perhatian khusus pada sektor keselamatan pelayaran.

Melemahnya angin baratan justru menciptakan dinamika gelombang yang tidak menentu di perairan Mimika.

Di wilayah laut lepas, tinggi gelombang diprakirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. Sebaliknya, di wilayah dalam pelabuhan, kondisi cenderung lebih tenang dengan tinggi gelombang berkisar 0,1 hingga 0,5 meter.

Stevan mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir telah dilaporkan adanya insiden perahu terbalik akibat hantaman gelombang tinggi.

"Masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna perahu kecil di wilayah pesisir selatan Mimika, diimbau untuk selalu memperbarui informasi cuaca sebelum melaut demi keselamatan," tambahnya.

Proyeksi Musim Kemarau

Secara nasional, Indonesia diprediksi akan memasuki musim kemarau pada periode April hingga Agustus 2026.

Namun, Stevan menekankan bahwa karakteristik cuaca di Mimika berbeda karena dipengaruhi faktor lokal yang kuat.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Batalkan Festival Kopi Akbar Papua Tengah di Nabire

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved