Senin, 13 April 2026

RSUD Yowari

Evaluasi Pelayanan RSUD Yowari: Nakes di IGD Siap-Siap Rolling ke Distrik

Langkah ini diambil sebagai upaya memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan yang sempat menjadi atensi nasional.

Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
EVALUASI NAKES YOWARI - Suasana di depan IGD RSUD Yowari, di Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura. 

Ringkasan Berita:
  • Rolling Nakes: Pemkab Jayapura menukar posisi Nakes IGD RSUD Yowari dengan Nakes di puskesmas distrik.
  • Pemicu Kebijakan: Evaluasi atas kematian pasien Irene Sokoy dan masalah ego sektoral serta mentalitas pelayanan.
  • Durasi Satu Tahun: Nakes kota digeser ke kampung dan sebaliknya selama setahun untuk penyegaran kinerja.
  • Pemetaan Kompetensi: Dinas Kesehatan sedang menyeleksi Nakes dari 22 puskesmas berdasarkan keahlian untuk mengisi IGD.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Pemerintah Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua segera menerapkan pola pertukaran atau rolling Tenaga Kesehatan (Nakes) antara Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Yowari dengan puskesmas di tingkat distrik.

Langkah ini diambil sebagai upaya memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan yang sempat menjadi atensi nasional.

Bupati Jayapura Yunus Wonda, menegaskan bahwa kebijakan ini dipicu oleh evaluasi pasca-peristiwa kematian pasien Irene Sokoy dan janinnya pada September 2025 lalu. 

Baca juga: Timika Mendung Sejak Pagi, BMKG Prediksi Hujan Ringan di 12 Distrik

Setelah rapat bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk beberapa waktu lalu, ditemukan bahwa masalah utama di RSUD Yowari bukan pada fasilitas, melainkan pada ego sektoral dan mentalitas pelayanan.

"Saya lihat secara tidak langsung masih ada tingkat ego cukup tinggi antara perawat dan dokter. Rumah sakit itu bukan soal hebatnya petugas, tetapi hati untuk melayani itu yang lebih penting," ujar Bupati Yunus di Sentani, Kamis (26/3/2026).

Baca juga: Bupati Yunus Wonda: Dalam Nama Tuhan, Jangan Sampai Banjir Bandang 2019 Kembali Menyapa Jayapura

Pertukaran Posisi Selama Satu Tahun

Dalam skema baru yang hendak diterapkan, Nakes yang sudah mengabdi lebih dari lima tahun di distrik akan ditarik untuk bertugas di IGD RSUD Yowari. Sebaliknya, Nakes dari rumah sakit kota akan digeser ke wilayah perkampungan untuk merasakan dinamika pelayanan di pelosok.

Yunus Wonda menjelaskan bahwa kinerja para Nakes dalam pola pertukaran ini akan dipantau secara ketat selama satu tahun sebelum dilakukan evaluasi menyeluruh.

Baca juga: Head to Head Persipura Jayapura vs Deltras FC, Mutiara Hitam Unggul saat Main di Kandang

"Saya mau lihat apakah tingkat kecekatan kerja lebih tinggi atau tidak. Paling tidak, yang selama ini di kota bisa merasakan bagaimana kinerja rekan-rekan nakes yang bekerja di kampung-kampung," ujarnya.

"Saya tahu perawat suster dan dokter hebat tetapi saya lihat ego kerja di IGD, maka saya mau yang di IGD siap-siap saja saya akan geser ke distrik," tambahnya.

Pemetaan Kompetensi oleh Dinas Kesehatan

Baca juga: Kejar Opini WTP, Pemkab Biak Numfor Siap Serahkan Laporan Keuangan ke BPK

Menindaklanjuti instruksi Bupati Jayapura, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Anton Mote, menyatakan pihaknya tengah melakukan pemetaan terhadap Nakes di 22 puskesmas yang tersebar di belasan distrik.

Anton menekankan bahwa proses rolling ini tidak dilakukan secara asal, melainkan berdasarkan kompetensi dan pengalaman kerja.

"Kami sedang melihat skills dan pengalaman dari 22 puskesmas yang ada. Pertukaran ini bertujuan menambah kekuatan di ruang IGD Yowari dengan Nakes yang memiliki kompetensi yang tepat," jelas Anton.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved