Jumat, 8 Mei 2026

Biak Numfor

Adopsi Konsep Raja Ampat, Biak Numfor Siapkan Pulau Runi Jadi Kawasan Konservasi Laut Pertama

“Ke depan pemerintah daerah akan melakukan kunjungan ke Pulau Runi untuk melakukan survei sebagai langkah awal untuk

Tayang:
Istimewa
KAWASAN KONSERVASI LAUT - Bupati Biak Numfor, Markus Mansnembra saat menghadiri kegiatan di Biak, Pekan lalu. (istimewa) 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, mulai mengembangkan kawasan konservasi laut. Salah satu wilayah yang akan dijadikan sebagai wilayah konservasi yakni Pulau Runi di Kepulauan Padaido.
  • Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem laut sekaligus mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan di daerah tersebut.
  • Dengan rencana penetapan sebagai kawasan konservasi, Pulau Runi diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan wisata berbasis pelestarian lingkungan.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale

TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR - Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, mulai mengembangkan kawasan konservasi laut. Salah satu wilayah yang akan dijadikan sebagai wilayah konservasi yakni Pulau Runi di Kepulauan Padaido.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem laut sekaligus mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan di daerah tersebut.

Baca Selanjutnya: Bupati angkut pimpinan opd ke piaynemo demi sulap biak seperti raja ampat

Bupati Biak Numfor, Markus Mansnembra, mengatakan pemerintah daerah akan segera melakukan kunjungan ke Pulau Runi untuk melakukan survei sebagai langkah awal pengembangan kawasan konservasi laut.

“Ke depan pemerintah daerah akan melakukan kunjungan ke Pulau Runi untuk melakukan survei sebagai langkah awal untuk pengembangan wilayah konservasi laut,” ujar Bupati Markus Mansnembra saat melakukan pertemuan bersama pegiat pariwisata di Biak, Sabtu (28/3/2026) 

Baca juga: Polisi Olah TKP Kebakaran Depan Stadion Lukas Enembe, Terkendala Puing yang Dipindahkan Warga

Setelah melakukan survei, selanjutnya akan dilakukan sosialisasi secara bertahap kepada masyarakat. Hal ini penting agar masyarakat memahami pentingnya menjaga ekosistem laut dan tidak lagi melakukan aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan di kawasan tersebut.

Pulau Runi merupakan pulau kosong yang akan difokuskan sebagai kawasan konservasi laut.

“Sehingga diharapkan kedepannya masyarakat tidak lagi datang untuk mencari atau menangkap ikan di sekitar pulau tersebut,” jelasnya.

Bupati juga mengungkapkan bahwa gagasan pengembangan kawasan konservasi laut ini juga terinspirasi dari kunjungan kerjanya ke Kampung Wisata Arborek di Raja Ampat beberapa waktu lalu.

Dari kunjungan tersebut, banyak hal yang dapat dipelajari, terutama dalam hal pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat yang tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Baca juga: Jual Motor Curian Buat Miras, HG Akhirnya Diciduk Polres Nabire

Ia menekankan bahwa selama ini pembangunan sektor pariwisata di Biak Numfor sudah berjalan, namun masih ada aspek penting yang perlu diperkuat, yakni kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Banyak hal yang sudah kita bangun dalam mengembangkan pariwisata di Biak, tetapi ada satu hal yang sering dilupakan yaitu kesadaran masyarakat ini yang harus kita dorong bersama,” tegasnya.

Dengan konsep yang direncanakan tersebut, wisatawan nantinya tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga dapat melihat langsung keanekaragaman hayati laut yang tetap terjaga sebagai daya tarik utama.

“Pulau Runi akan menjadi pulau pertama yang ditetapkan sebagai kawasan konservasi laut di Kabupaten Biak Numfor,” tambahnya.

Baca juga: Pemprov Papua Pegunungan Dinilai Paksa Bangun Polda di Welesi, DPR Didesak Lindungi Rakyat

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved