Papua Terkini
Mabes Polri Pertebal Pengamanan di Papua Tengah dan Maluku Utara, Ada Apa?
Sebanyak 148 personel gabungan diterjunkan untuk meredam konflik horizontal serta mengejar pelaku kekerasan terhadap aparat.
Ringkasan Berita:
- Sementara itu di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, ketegangan dipicu oleh aksi penganiayaan berat oleh orang tak dikenal terhadap Bripda Juventus Edowai.
- Anggota Polri tersebut dinyatakan meninggal dunia akibat serangan tersebut.
- Selain pengerahan kekuatan fisik, Polri tetap mengedepankan pendekatan lunak (soft approach) dan humanis dalam menangani konflik di lapangan.
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Kepolisian Negara Republik Indonesia mempertebal pengamanan di wilayah Papua Tengah dan Maluku Utara menyusul eskalasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di kedua wilayah tersebut.
Sebanyak 148 personel gabungan diterjunkan untuk meredam konflik horizontal serta mengejar pelaku kekerasan terhadap aparat.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Trunoyudo Wisnu Andiko, Minggu (5/4/2026), di Jakarta, menyatakan bahwa pengerahan personel ini merupakan respons cepat Polri untuk menjaga stabilitas nasional.
"Polri berkomitmen menjaga stabilitas keamanan dan mengambil langkah cepat dengan mengerahkan personel tambahan," ujarnya.
Baca juga: Anggota KKB Pulan Wonda Ditangkap, Pernah Tembak Rombongan Tito Karnavian hingga Bunuh Warga Sipil
Penebalan pasukan ini diawali dengan pengecekan kesiapan pasukan Brimob di Mako Brimob, Sabtu (4/4/2026), yang dipimpin langsung oleh Wakapolri Komisaris Jenderal (Pol) Dedy Prasetyo.
Untuk wilayah Papua Tengah, Polri memberangkatkan 148 personel yang terdiri dari 100 personel Brimob, serta tim pendukung dari Itwasum, Divisi Propam, Biro Intelijen Keamanan (BIK), dan Bareskrim.
Personel tersebut diberangkatkan menuju Nabire pada Minggu dini hari.
Sementara itu, penguatan di Maluku Utara difokuskan pada pengawasan internal dan penyelidikan wilayah.
Konflik Horizontal dan Penyerangan Aparat
Peningkatan eskalasi di Maluku Utara dipicu oleh bentrokan antarwarga di Kabupaten Halmahera Tengah.
Konflik bermula dari dugaan pembunuhan seorang warga di Desa Bobane Jaya yang memicu aksi saling serang antara warga Desa Bobane Jaya dan Desa Sibenpopo.
Insiden tersebut mengakibatkan jatuhnya korban jiwa serta kerusakan materiil berupa pembakaran rumah warga, fasilitas umum, hingga satu unit tempat ibadah.
Meski situasi dilaporkan mulai kondusif sejak Jumat (2/4/2026) sore setelah intervensi TNI-Polri dan pemerintah daerah, aparat tetap disiagakan untuk mencegah bentrok susulan.
Sementara itu di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, ketegangan dipicu oleh aksi penganiayaan berat oleh orang tak dikenal terhadap Bripda Juventus Edowai.
| SK Caretaker KNPI Biak Numfor Kadaluwarsa, Kelompok Cipayung Desak KNPI Papua Bertindak Cepat |
|
|---|
| Guru Besar Uncen Usulkan KKR Papua Masuk Draft RUU Hak Asasi Manusia |
|
|---|
| Tampung Aspirasi Tokoh Papua di RUU HAM, Wamen HAM Mugiyanto Sipin: Negara Tidak Bisa Menghindar! |
|
|---|
| Punya Lebih 6,5 Juta Jemaat, Begini Sejarah HKBP dan Peran Strategis Pemuda di Era Digital |
|
|---|
| 175 Pemuda Batak Papua Ikuti Youth Camp HKBP, Besok Pesta Gondang Naposo Digelar di Jayapura |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/KAN-DI-DOGIYAI-Sejumlah-war.jpg)