Selasa, 21 April 2026

BBM di Papua

Kenaikan BBM di Kaimana Mulai Hasut Sektor Lain Ikut Berubah

Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Dexlite yang menjadi bahan bakar utama kendaraan mereka.

Tribun Papua Barat
KAIMANA - Antrean panjang dump truck untuk mendapatkan BBM Jenis Bio Solar di APMS Kawasan Coa Kaimana Papua Barat, Senin (20/4/2026). Kenaikan BBM yang terjadi di tanah Air mulai berdampak pada sektor lain. 
Ringkasan Berita:
  • Kenaikan Tarif Muatan : Sejumlah sopir dump truck di Kaimana resmi menaikkan tarif per rit (sekali jalan) karena lonjakan harga BBM Dexlite.
  • Tarif Berdasarkan Jarak : Harga yang semula Rp250.000 kini naik menjadi Rp300.000 untuk jarak dekat, sementara jarak jauh dibanderol lebih mahal.
  • Beban Operasional Tinggi : Para sopir merasa terbebani karena setiap truk membutuhkan hingga 60 liter Dexlite per hari untuk tetap beroperasi.

 

TRIBUN-PAPUA.COM, KAIMANA – Sejumlah sopir dump truck di Kaimana, Papua Barat mulai menaikkan tarif muatan atau harga rit per sekali jalan.

Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Dexlite yang menjadi bahan bakar utama kendaraan mereka.

“Menjadi sopir truk adalah mata pencarian kami. Karena harga BBM sudah naik, mau tidak mau kami juga harus menaikkan harga muatan per sekali jalan,” ujar salah satu sopir dump truck, Bebu Temarwut, saat ditemui Tribun-Papua.com di Kawasan Coa, Senin (20/4/2026).

Baca juga: Penderitaan Rakyat Terkait Kenaikan BBM Mulai Dirasakan Sopir di Manokwari

Menurut Bebu, sebelum kenaikan harga BBM, tarif muatan untuk sekali jalan ditetapkan Rp250.000.

Namun setelah harga Dexlite melonjak, tarif per rit kini bervariasi sesuai jarak tempuh.

“Kalau dekat per rit Rp300.000, sedangkan untuk jarak jauh tarifnya lebih tinggi lagi,” jelasnya.

Ia menambahkan, kenaikan tarif muatan juga dipengaruhi oleh naiknya harga material yang diangkut.

Baca juga: Lapas Doyo Deklarasikan Ikrar Anti Halinar, Kalapas Sebut Marak Pelemparan Ganja

“Ada ketergantungan dengan harga material. Jadi kami menyesuaikan tarif dengan kenaikan harga material itu,” katanya.

Bebu mengungkapkan, kebutuhan Dexlite untuk operasional dump trucknya mencapai 60 liter per hari.

Jumlah tersebut dinilai cukup besar dengan kondisi harga BBM yang semakin tinggi.

Baca juga: Darurat Keamanan di Puncak Papua Tengah, Solidaritas Rakyat: Hentikan Operasi Militer!

“Lumayan banyak, bisa sampai 60 liter sehari. Memang berat, apalagi harga BBM naik seperti sekarang ini. Kami merasa terbebani dengan keadaan ini,” tuturnya.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved