Selasa, 19 Mei 2026

Tribun Evergreen

Tips Menghindari Hoaks dan Link Palsu Seputar Informasi Bansos

Maraknya penyebaran informasi palsu membuat masyarakat perlu lebih teliti sebelum mempercayai kabar yang beredar di internet.

Tayang: | Diperbarui:
Thinkstock
Ilustrasi hoaks 

Tautan palsu tersebut umumnya mengarahkan korban ke halaman yang meminta data pribadi seperti NIK, nomor rekening, password, hingga kode OTP. Jika data tersebut diberikan, pelaku bisa menyalahgunakannya untuk tindakan kriminal.

Karena itu, masyarakat harus lebih berhati-hati sebelum membuka tautan apa pun yang berkaitan dengan program bantuan sosial. Periksa alamat situs dengan teliti dan pastikan domain yang digunakan benar-benar resmi.

Apabila menerima link mencurigakan, sebaiknya abaikan dan jangan langsung mengkliknya. Akan lebih aman jika masyarakat mengakses informasi langsung melalui website resmi pemerintah atau aplikasi terpercaya yang tersedia di platform resmi.

Gunakan Sumber Informasi yang Resmi

Di tengah banyaknya informasi yang beredar di internet, penting bagi masyarakat untuk selalu mengandalkan sumber resmi. Pemerintah biasanya menyediakan informasi bantuan sosial melalui website kementerian terkait, akun media sosial terverifikasi, dan aplikasi resmi layanan publik.

Menggunakan sumber resmi dapat membantu masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan terhindar dari berita palsu. Selain itu, masyarakat juga bisa memastikan jadwal pencairan bantuan, syarat penerima, hingga mekanisme pendaftaran secara lebih jelas.

Dalam beberapa kasus, informasi mengenai Bansos sering dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menarik perhatian masyarakat. Karena itu, penting untuk melakukan pengecekan ulang sebelum mempercayai informasi yang diterima, terutama jika berkaitan dengan bantuan tunai atau pencairan dana.

Jangan Mudah Memberikan Data Pribadi

Data pribadi merupakan hal yang sangat penting dan tidak boleh dibagikan sembarangan. Banyak korban penipuan digital mengalami kerugian karena tanpa sadar memberikan informasi sensitif kepada pelaku.

Pihak resmi biasanya tidak akan meminta password akun, PIN, maupun kode OTP melalui pesan pribadi atau telepon. Jika ada pihak yang mengaku petugas dan meminta data tersebut, masyarakat sebaiknya segera menghentikan komunikasi.

Selain itu, hindari mengunggah dokumen penting seperti KTP atau kartu keluarga di media sosial. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan atau pencurian identitas.

Masyarakat juga disarankan menggunakan password yang kuat dan berbeda untuk setiap akun agar keamanan data lebih terjaga. Langkah sederhana seperti ini dapat membantu mengurangi risiko penyalahgunaan akun pribadi.

Baca juga: Posindo Jayapura Optimis Penyaluran Bansos di Papua Rampung 10 Maret 2026

Periksa Fakta Sebelum Menyebarkan Informasi

Salah satu penyebab hoaks cepat menyebar adalah kebiasaan masyarakat yang langsung membagikan informasi tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu. Padahal, berita palsu bisa menimbulkan kepanikan dan merugikan banyak orang.

Sebelum membagikan informasi terkait bantuan sosial, sebaiknya lakukan verifikasi terlebih dahulu melalui sumber terpercaya. Bandingkan informasi tersebut dengan berita dari media resmi atau website pemerintah.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved