Rabu, 20 Mei 2026

Tribun Evergreen

Tips Menghindari Hoaks dan Link Palsu Seputar Informasi Bansos

Maraknya penyebaran informasi palsu membuat masyarakat perlu lebih teliti sebelum mempercayai kabar yang beredar di internet.

Tayang: | Diperbarui:
Thinkstock
Ilustrasi hoaks 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kemudahan akses internet membuat masyarakat semakin cepat memperoleh berbagai informasi, termasuk mengenai program bantuan sosial dari pemerintah.

Informasi dapat tersebar hanya dalam hitungan detik melalui media sosial, grup percakapan, hingga pesan singkat di smartphone.

Namun di balik kemudahan tersebut, muncul ancaman berupa hoaks dan tautan palsu yang sering memanfaatkan isu bantuan sosial untuk menipu masyarakat.

Maraknya penyebaran informasi palsu membuat masyarakat perlu lebih teliti sebelum mempercayai kabar yang beredar di internet.

Bahkan, dilansir dari situs ditmutunakes.id, literasi digital menjadi salah satu hal penting agar masyarakat tidak mudah terjebak oleh berita bohong maupun penipuan online yang mengatasnamakan program pemerintah.

Kurangnya pemahaman mengenai keamanan digital sering dimanfaatkan oleh pelaku untuk mengambil data pribadi korban.

Baca juga: Cara Mengatasi NIK Tidak Terdaftar Saat Cek Bansos Kemensos

Kenali Ciri-Ciri Informasi Hoaks

Salah satu langkah penting untuk menghindari hoaks adalah memahami ciri-ciri informasi palsu.

Biasanya, berita bohong dibuat dengan judul yang sangat provokatif agar menarik perhatian pembaca. Tidak jarang informasi tersebut disertai ajakan untuk segera menyebarkan pesan kepada orang lain.

Selain itu, hoaks sering kali menggunakan bahasa yang berlebihan dan tidak disertai sumber resmi yang jelas.

Misalnya, ada pesan yang mengklaim pemerintah sedang membagikan bantuan tertentu dengan jumlah besar, namun pengguna harus segera mengklik tautan tertentu agar tidak kehilangan kesempatan.

Masyarakat perlu memahami bahwa informasi resmi umumnya disampaikan melalui website pemerintah, akun media sosial terverifikasi, atau aplikasi resmi yang sudah dikenal luas.

Karena itu, jangan mudah percaya pada pesan berantai yang sumbernya tidak jelas.

Hindari Mengklik Link yang Mencurigakan

Salah satu modus penipuan yang paling sering terjadi adalah penyebaran tautan palsu terkait bantuan sosial. Pelaku biasanya mengirimkan link melalui pesan singkat atau media sosial dengan iming-iming pencairan bantuan tunai.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved