Senin, 8 Juni 2026

Bom Meledak di Biak

Update Ledakan Bom di Biak: Tim DVI Identifikasi 34 Potongan Tubuh, Hanya 6 Sampel DNA Bisa Diambil

Tim DVI Polda Papua dilaporkan telah berhasil mengidentifikasi puluhan potongan tubuh manusia dari lokasi kejadian.

Tayang: | Diperbarui:
Tribun-Papua.com/Istimewa
LEDAKAN BOM - Tim Gabungan saat melakukan pencarian di ring satu TKP terjadinya ledakan bom yang diduga berasal dari bom sisa Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, 31 Mei 2026. (dok. Polres Biak) 

Ringkasan Berita:
  • Operasi kemanusiaan dan pencarian di sekitar lokasi kejadian dipastikan masih akan terus berlanjut hingga beberapa hari ke depan.
  • Aparat gabungan yang terdiri dari jajaran Basarnas, Polri, TNI, beserta instansi terkait dilaporkan terus menyisir setiap sudut lokasi yang hancur akibat ledakan.

TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR – Proses identifikasi terhadap korban insiden ledakan dahsyat bom sisa Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Kabupaten Biak Numfor, Papua, terus dikebut oleh pihak kepolisian.

Hingga memasuki hari keenam pasca-kejadian, Jumat (5/6/2026), Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua dilaporkan telah berhasil mengidentifikasi puluhan potongan tubuh manusia dari lokasi kejadian.

Baca juga: BREAKING NEWS: Bom Perang Dunia II Meledak di Permukiman Padat Penduduk di Biak

Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, mengungkapkan perkembangan terbaru dalam rilis resminya pada Jumat malam.

Pihaknya membeberkan bahwa tim DVI sejauh ini telah memeriksa sebanyak 34 potongan tubuh korban yang dievakuasi dari titik ledakan.

Kendati berhasil mengidentifikasi 34 potongan tubuh, AKBP Ari Trestiawan menyebutkan bahwa kondisi temuan di lapangan cukup memprihatinkan.

Akibatnya, tim medis hanya mampu mengamankan enam sampel DNA post mortem yang memenuhi syarat untuk dilakukan proses pencocokan identitas lebih lanjut.

Baca juga: Update Ledakan Bom di Biak Papua: Tim Jibom Temukan Granat Modifikasi, 18 Potongan Tubuh Dievakuasi

“Tim DVI Polda Papua sudah mengidentifikasi 34 potongan tubuh, namun hanya enam sampel DNA post mortem yang bisa diambil sebagai sampel DNA,"

"Selanjutnya sampel tersebut akan segera dikirim ke Laboratorium DNA Pusdokkes Polri untuk pemeriksaan lebih mendalam,” ujar AKBP Ari Trestiawan kepada awak media.

PERISTIWA LEDAKAN - Kapolres Biak Numfor bersama Kasatreskrim bersama anggota lainnya saat turun ke lokasi untuk sterilisasi dan identifikasi lokasi ledakan, Minggi (31/5/2026).
PERISTIWA LEDAKAN - Kapolres Biak Numfor bersama Kasatreskrim bersama anggota lainnya saat turun ke lokasi untuk sterilisasi dan identifikasi lokasi ledakan, Minggi (31/5/2026). (Tribun-Papua.com/Fiona Sihasale)

Kembali Temukan 17 Potongan Tubuh

Operasi kemanusiaan dan pencarian di sekitar lokasi kejadian dipastikan masih akan terus berlanjut hingga beberapa hari ke depan.

Aparat gabungan yang terdiri dari jajaran Basarnas, Polri, TNI, beserta instansi terkait dilaporkan terus menyisir setiap sudut lokasi yang hancur akibat ledakan.

Baca juga: Puluhan Warga Mengungsi Akibat Ledakan Bom Perang Dunia II di Biak

Bahkan, dalam operasi penyisiran yang digelar pada hari keenam ini, tim Basarnas bersama personel gabungan kembali menemukan sebanyak 17 potongan bagian tubuh manusia baru.

Seluruh potongan tubuh yang baru ditemukan tersebut kini telah dievakuasi dan diserahkan kepada Tim DVI Polda Papua untuk masuk ke tahap identifikasi susulan.

Selain potongan tubuh manusia, tim gabungan juga menyisir area sekitar untuk mencari barang-barang milik korban maupun benda asing yang berkaitan dengan aktivitas sebelum ledakan maut itu terjadi.

Dari hasil penyisiran tersebut, petugas menemukan sejumlah barang penting, di antaranya:

  • 1 Lembar Kartu Keluarga (KK) atas nama Luther Raubaba
  • 1 Unit Proyektor merk Sony
  • 1 Unit Telepon Genggam (HP)
  • 1 Unit Dompet dan 1 buah Tas
  • 1 Unit Bor Listrik, 1 Unit Mixer, dan 1 Batang besi berukuran sekitar 40 centimeter.
Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved