Ekonomi Wamena
Harga Avtur Naik Jadi Rp25.000, Harga Sembako dan BBM di Wamena Naik Tidak Wajar
Kegiatan ini menghadirkan perwakilan Dinas Perhubungan, Dinas Perindag, otoritas Bandara Wamena, serta sejumlah maskapai dan
Penulis: Amatus Hubby | Editor: Marius Frisson Yewun
Ringkasan Berita:
- Respon Cepat: DPRK Jayawijaya gelar rapat bahas lonjakan harga sembako dan transportasi di Wamena.
- Avtur Meroket: Harga Avtur naik dari Rp15.500 ke Rp25.000, memicu kenaikan biaya logistik.
- Sidak Pasar: Ditemukan oknum pedagang yang menaikkan harga BBM dan sembako secara tidak wajar.
- Pengawasan Ketat: DPRK instruksikan dinas terkait untuk segera menekan inflasi di lapangan.
Laporan wartawan Tribun-Papua.com, Amatus Huby
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAWIJAYA - Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan menggelar rapat dengar pendapat (hearing) guna merespons gejolak harga kebutuhan pokok dan transportasi yang mulai dikeluhkan masyarakat.
Pertemuan tersebut berlangsung di ruang banggar DPRK Jayawijaya pada Selasa (14/4/2026).
Kegiatan ini menghadirkan perwakilan Dinas Perhubungan, Dinas Perindag, otoritas Bandara Wamena, serta sejumlah maskapai dan asosiasi aviasi.
Baca juga: Cuaca Mimika Bermuka Dua : 16 Distrik Berawan dan 2 Distrik Hujan
Ketua Komisi B DPRK Jayawijaya, Yosep Lokobal, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk deteksi dini terhadap dampak situasi ekonomi global dan nasional yang mulai merembet ke wilayah pegunungan Papua, khususnya Wamena.
Dia menjelaskan bahwa dalam hearing ini, terungkap bahwa isu utama yang memicu kekhawatiran adalah kenaikan harga bahan bakar pesawat atau Avtur yang cukup signifikan.
"Persoalan utamanya ada pada harga Avtur. Sebelumnya berada di kisaran Rp15.500, namun saat ini sudah melonjak hingga Rp25.000. Kenaikan yang mencapai lebih dari 60 persen ini otomatis akan memengaruhi harga tiket, BBM, hingga harga sembako di Wamena," ujarnya.
Baca juga: Uang 20 Ribu dan Racun Jadi Modus Pelaku Kekerasan Seksual di Kampung Furada
Meski dampak kenaikan ini belum terlihat sepenuhnya di pasar secara masif, pihaknya meminta semua pemangku kepentingan untuk segera mengambil langkah mitigasi.
Sebelum melakukan hearing, Komisi B telah lebih dulu turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan dan mereka menemukan oknum pedagang yang mulai memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga secara tidak wajar.
"Kami temukan di lapangan itu beberapa pedagang kedapatan menjual barang tidak sesuai harga standar. Dan komoditas terdampak itu BBM jenis bensin, solar, dan barang kebutuhan pokok (sembako) lainnya,"jelasnya.
Baca juga: Danau Sentani Meluap, Masyarakat Adat Desak Pemerintah Setop Tambang Emas di Muara Sungai Jaifuri
Komitmen pengawasan berkelanjutan Yosep menegaskan bahwa DPRK Jayawijaya melalui fungsi pengawasannya akan terus mengawal perkembangan harga di pasar. Ia meminta Dinas Perindag dan Dinas Perhubungan untuk menekan potensi inflasi agar tidak membebani masyarakat.
"Kami akan terus turun ke lapangan dan memanggil mitra terkait secara berkala untuk memantau perkembangan. Jangan sampai inflasi melonjak tinggi di luar harapan kita bersama. Kami akan pastikan pengawasan ini berjalan ketat," pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/sadakjsdkadkasd.jpg)