Majelis Rakyat Papua
MRP Perjuangkan Perempuan Sarmi Terlibat Proyek Otsus
Pertemuan yang berlangsung di Aula Hotel Rivior, Kabupaten Sarmi pekan kemarin ini, dihadiri 44 kontraktor peremp
Penulis: Anderson Esris | Editor: Marius Frisson Yewun
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Anderson Esris
TRIBUN-PAPUA.COM, SARMI - Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua melalui Kelompok Kerja (Pokja) Perempuan, Yosepina Cawem, melakukan pertemuan khusus bersama para perempuan Sarmi, khususnya kontraktor lokal, dalam rangka menjaring aspirasi terkait implementasi penyaluran Dana Otonomi Khusus (Otsus).
Pertemuan yang berlangsung di Aula Hotel Rivior, Kabupaten Sarmi pekan kemarin ini, dihadiri 44 kontraktor perempuan lokal. Mereka diberikan ruang untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, infrastruktur dasar dan pemberdayaan masyarakat adat.
Baca juga: Boaz Solossa: Kekalahan Persipura Berat, Tetapi Harus Jadi Motivasi
Yosepina Cawem menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tugas MRP dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan dana Otsus, sekaligus menjembatani aspirasi perempuan adat agar lebih didengar dan diperhatikan dalam kebijakan pembangunan.
Menurutnya, salah satu fokus penting saat ini adalah memastikan keterlibatan perempuan dalam proyek-proyek pembangunan yang didanai dari Dana Otsus.
Baca juga: Hanya Menggunakan Tali dan Balok, 15 Napi Kabur dari Lapas Nabire
“Kita ingin perempuan, khususnya kontraktor lokal di Sarmi, mendapatkan porsi pekerjaan yang adil dan dukungan usaha agar mereka bisa berkembang,” tegas Yosepina.
Dalam dialog terbuka yang berlangsung, peserta menyampaikan harapan agar penyaluran dana Otsus ke depan lebih tepat sasaran dan benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, termasuk akses terhadap pekerjaan, pelatihan usaha, dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Baca juga: Lapas Nabire Tidak Memenuhi Standar Kelayakan, 15 Napi Kabur Lagi
Beberapa peserta juga mengeluhkan masih minimnya akses informasi dan peluang untuk mendapatkan bagian dalam proyek pembangunan, serta kurangnya dukungan teknis untuk pengembangan usaha mikro dan kontraktor perempuan.
Yosepina berkomitmen akan membawa semua masukan tersebut untuk dibahas lebih lanjut di tingkat MRP agar bisa menjadi bahan pertimbangan dalam rekomendasi kebijakan ke pemerintah daerah maupun provinsi.
Baca juga: Polisi Terjunkan 140 Personel Amankan Aksi Mahasiswa Paniai di Jayapura
Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat peran perempuan adat Sarmi dalam pembangunan daerah, serta memastikan Dana Otsus benar-benar membawa dampak positif dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/msaosadladlasdsadlasdlsadaslkjgfkls.jpg)