Rabu, 20 Mei 2026

Polres Yapen

Minggu Pertama Operasi Cartenz di Yapen Fokus Edukasi Tanpa Tilang

Kasat Lantas Polres Yapen, Iptu Novita Fonataba menjelaskan, tujuan dari operasi ini untuk menekan angka fatalitas kecelakaan di

Tayang:
Tribun-Papua.com/Yulian Marvin Raubaba
OPERASI CARTENZ 2026 - Kasat Lantas Polres Kepulauan Yapen (kiri) Iptu Novita Fonataba dan Kanit Regident Satlantas Polres Yapen, (kanan) Ipda Irwan Ramandei saat ditemaui awak media di Mapolres Kepulauan Yapen, Senin (2/2/2026). Polres Yapen kini resmi memulai Ops Keselamatan Cartenz 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Operasi 14 Hari: Satlantas Polres Yapen resmi memulai Operasi Keselamatan Cartenz 2026 di Kota Serui.
  • Target Pelanggaran: Polisi menyasar delapan poin utama mulai dari knalpot brong hingga pengendara di bawah umur.
  • Edukasi Awal: Minggu pertama operasi tidak diberlakukan tilang dan hanya mengedepankan teguran edukatif.
  • Persiapan Lebaran: Kegiatan ini bertujuan menekan angka kecelakaan demi keamanan menjelang hari raya Maret mendatang.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marvin Raubaba

TRIBUN-PAPUA.COM, YAPEN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Yapen, Polda Papua resmi memulai rangkaian Operasi Keselamatan Cartenz 2026.

Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, terhitung pada Senin, (2/2/2026) hingga Sabtu,(14/2/2026).

Kasat Lantas Polres Yapen, Iptu Novita Fonataba menjelaskan, tujuan dari operasi ini untuk menekan angka fatalitas kecelakaan di Kabupaten Kepulauan Yapen untuk menyambut hari raya lebaran di bulan Maret mendatang.

"Di sini kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tertib berlalu lintas, serta dapat melengkapi surat-surat kendaraan," kata Kasat Kepada awak media di Serui, Senin, (2/2/2026).

Baca juga: Daftar Harga HP Samsung Terbaru Februari 2026, Cek Galaxy S25 Series

Lebih lanjut, Kanit Regident Polres Yapen Ipda Irwan Ramandei menambahkan, ada delapan sasaran dalam operasi kali ini.

Diantaranya yakni : 

- Pengemudi di bawah umur atau anak-anak.

- Pengendara sepeda motor berboncengan lebih dari 2 orang.

- Pengendara sepeda motor tidak menggunakan helm.

- Pengemudi mobil tidak menggunakan safety belt.

- Berkendara dalam pengaruh alkohol.

- Menggunakan handphone saat berkendara.

- Melawan Arus.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved