Senin, 11 Mei 2026

RSUD Yowari

Dirut RSUD Yowari Janji Telusuri CCTV untuk Ungkap Kematian Mahasiswa Yahukimo

Maryen mengaku sudah menerima laporan atau keluhan pihak keluarga, terkait meninggalnya seorang mahasiswa asal Yahukimo karena diduga

Tayang:
Istimewa
PELAYANAN KESEHATAN - Direktur RSUD Yowari di Kabupaten Jayapura, Maryen Braweri saat memberikan keterangan terkait meninggalnya pasien, Minggu, (8/3/2026). Ia berbanji akan menelusuri rekaman CCTV terkait keluhan pihak keluarga dari korban, untuk memastikan kebenaran tentang dugaan pengabaian pasien. (tangkapan layar medsos/keluarga mahasiswa). 
Ringkasan Berita:
  • RSUD Yowari Investigasi: Direktur RSUD Yowari berjanji menelusuri dugaan kelalaian medis yang menyebabkan mahasiswi asal Yahukimo meninggal melalui rekaman CCTV.
  • Keluarga Kecewa: Pihak keluarga menyatakan pasien meninggal akibat penanganan medis yang lambat saat dalam kondisi darurat pada Minggu (8/3/2026).
  • Riwayat Keluhan: Keluarga menyebut korban sudah beberapa kali berobat sejak Februari 2026, namun merasa penanganan medis tidak maksimal dan dipersulit administrasi.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Magai

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Direktur RSUD Yowari di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Maryen Braweri berjanji segera menelusuri rekaman CCTV terkait pelayanan staf yang disebut tidak profesional, sehingga menyebabkan kematian seorang mahasiswa asal Yahukimo, Papua Pegunungan.

Maryen mengaku sudah menerima laporan atau keluhan pihak keluarga, terkait meninggalnya seorang mahasiswa asal Yahukimo yang diduga diterlantarkan oleh pihak rumah sakit.

“Saya sebagai pimpinan rumah sakit menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya pasien tersebut. Kami akan melihat kronologi secara lengkap, termasuk melalui rekaman CCTV yang ada di rumah sakit,” ujar Maryen di hadapan keluarga korban.

Pihak rumah sakit, lanjut Maryen, juga akan melakukan audiensi bersama keluarga korban untuk mendengar secara langsung aspirasi sekaligus memberikan penjelasan terkait pelayanan yang diberikan.

Baca juga: Perkuat Tata Kelola Data, Sekda Jayawijaya Instruksikan OPD Input Data ke SIBD

Ia menegaskan bahwa hasil penelusuran tersebut nantinya akan dilaporkan kepada Dinas Kesehatan serta Pemerintah Kabupaten Jayapura.

“Kami akan duduk bersama untuk melihat secara jelas kronologi kejadian dan riwayat penyakit pasien, sehingga dapat diambil keputusan yang adil bagi semua pihak,” ujarnya.

Sebelumnya seorang mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo dilaporkan meninggal dunia di RSUD Yowari pada Minggu (8/3/2026). Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah keluarga korban menyampaikan kronologi kejadian melalui siaran langsung di akun Facebook Raimond dengan durasi sekitar 1 jam 24 menit.

Mahasiswa tersebut diketahui bernama Martina Biri (MB) berusia 22 tahun, mahasiswi Universitas Cenderawasih (Uncen), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Jurusan Manajemen Pendidikan, semester VIII angkatan 2022.

Almarhumah diketahui tinggal di kawasan Hawai, belakang SPBU, Kota Jayapura. Ia berasal dari Kabupaten Yahukimo.

Untuk sementara waktu, jenazah disemayamkan di Asrama Mahasiswa Distrik Sela, Sentani, tepatnya di kawasan BTN Joko Indah.

Dalam siaran langsung tersebut, pihak keluarga mengungkapkan kekecewaan terhadap pelayanan yang diterima korban saat berada di rumah sakit. Keluarga bahkan menyebut korban meninggal karena tidak sempat mendapatkan penanganan dari petugas medis di RSUD Yowari.

Baca juga: Perbandingan Spesifikasi dan Harga HP Samsung Galaxy S25 Ultra dengan Galaxy S26 Ultra

Menurut keterangan keluarga, mereka membawa korban ke RSUD Yowari pada Minggu pagi sekitar pukul 05.00 WIT karena kondisi kesehatannya memburuk dengan demam tinggi.

Keluarga mengaku telah meminta agar pasien segera mendapatkan penanganan medis darurat. Namun menurut mereka, proses penanganan dinilai lambat hingga akhirnya korban meninggal dunia sekitar pukul 07.20 WIT di area rumah sakit.

“Kami datang sekitar jam lima pagi untuk meminta pertolongan karena pasien dalam kondisi darurat. Tapi menurut kami penanganannya terlambat,” ujar salah satu keluarga korban dalam siaran langsung tersebut.

Keluarga juga menjelaskan bahwa almarhum sebelumnya telah beberapa kali dibawa berobat ke rumah sakit tersebut.

Pada 13 Februari 2026, almarhum pertama kali datang untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Setelah menjalani pemeriksaan dan diberikan obat oleh tenaga medis, pasien kemudian dipulangkan.

Selanjutnya pada 4 Maret 2026, keluarga kembali membawa korban ke RSUD Yowari karena kondisi kesehatannya kembali menurun. Saat itu keluarga mengaku sempat meminta tindakan medis berupa pemasangan infus, namun menurut mereka hanya diberikan obat dan diminta menyelesaikan administrasi.

Keluarga juga menjelaskan bahwa saat itu BPJS Kesehatan milik pasien terdaftar di Wamena (Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan), sehingga tidak dapat langsung digunakan untuk pelayanan di RSUD Yowari.

Baca juga: Mahasiswa Yahukimo Meninggal di RSUD Yowari, Diduga Ditelantarkan Karena Administrasi BPJS

Akibatnya, keluarga diminta untuk menyelesaikan administrasi secara mandiri di bagian administrasi rumah sakit.

“Kami tidak punya BPJS yang aktif di sini. BPJS pasien aktifnya di Wamena, jadi kami diminta urus administrasi dulu dan bayar di bagian administrasi,” ujarnya.

Pada Minggu (8/3/2026) pagi, keluarga kembali membawa korban ke rumah sakit karena demamnya semakin tinggi. Namun tidak lama setelah berada di area rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia.

Peristiwa tersebut memicu kekecewaan keluarga dan sejumlah kerabat yang berada di lokasi. Mereka meminta penjelasan dari pihak manajemen rumah sakit terkait kejadian tersebut dan menilai pelayanan medis di RSUD Yowari perlu dievaluasi.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved