Kamis, 28 Mei 2026

Biak Numfor

Bupati Biak Numfor Curhat 2 Masalah Serius Saat Kunjungan Gubernur Fakhiri

“Tentunya kedatangan bapak gubernur merupakan sebuah pergumulan panjang. Setelah dilantik, kami sangat berharap bapak bisa

Tayang:
Istimewa
KUNJUNGAN GUBERNUR PAPUA - Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri, Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen dan jajaran saat tatap muka bersama Bupati Biak Numfor, Markus Mansnembra dan jajaran Pemkab Biak Numfor. (Istimewa) 

Ringkasan Berita:
  • Pertemuan Daerah: Bupati Biak menyampaikan aspirasi langsung saat menerima kunjungan kerja Gubernur Papua.
  • Krisis Penerbangan: Akses udara ke Biak terbatas karena saat ini hanya dilayani oleh maskapai Lion Air.
  • Masalah Pengangguran: Angka pengangguran di Kabupaten Biak Numfor masih tergolong tinggi.
  • Tuntutan Industri: Bupati mendesak investor membangun pabrik pengolahan ikan di Biak guna membuka lapangan kerja.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale

TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR - Bupati Biak Numfor, Provinsi Papua, Markus Mansnembra menyampaikan sejumlah aspirasi penting terkait konektivitas transportasi udara dan investasi sektor perikanan saat ramah tamah dan tatap muka bersama Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri, wakil gubernur Papua serta jajaran di Gedung Negara BN1, Jumat (22/5/2026) malam.

Dalam kesempatannya, Bupati Markus mengatakan kedatangan gubernur ke  Biak Numfor merupakan harapan yang telah lama dinantikan pemerintah daerah maupun masyarakat setelah pelantikan kepala daerah tahun lalu. 

“Tentunya kedatangan bapak gubernur merupakan sebuah pergumulan panjang. Setelah dilantik, kami sangat berharap bapak bisa kembali ke Biak. Ada beberapa harapan dan aspirasi yang ingin kami sampaikan, tentunya sesuai mekanisme yang ada,” ujar bupati.

Baca juga: Yuk Ikut dan Daftarkan Dirimu di Event Scoopy Your Mode, Your Ride!

Pada kesempatan itu, Bupati Markus curhat mengenai dua persoalan penting yang saat ini dihadapi Biak Numfor. Pertama adalah berkaitan dengan terbatasnya konektivitas transportasi udara menuju dan dari Biak.

Bupati menyebut maskapai yang melayani penerbangan reguler di Biak hanya Lion Air sehingga pemerintah daerah berharap adanya dukungan Pemerintah Provinsi Papua untuk mendorong pembukaan rute penerbangan lain secara rutin ke Biak Numfor.

Selain transportasi udara, Bupati Markus Mansnembra juga menyoroti tingginya angka pengangguran di Biak yang dipengaruhi kondisi ekonomi global dari pusat hingga ke daerah.

Baca juga: Kembangkan Ekonomi Lokal, PKK Kabupaten Puncak Latih Mama Papua Produksi Selai Stroberi

Namun di lain sisi, ia menilai Biak memiliki dua sektor unggulan yang dapat menjadi penopang ekonomi masyarakat, yakni sektor perikanan dan pariwisata.

Khusus sektor perikanan, bupati menjelaskan saat ini terdapat enam investor yang melakukan aktivitas di Kabupaten Biak Numfor dengan wilayah penangkapan di Wilayah Pengelolaan Perikanan 717 yang mencakup perairan Biak.

“Dari data yang kami dapatkan, sekitar 200 sampai 300 kapal saat ini beroperasi di wilayah tangkap 717 yang masuk perairan seireri sampai di Biak,” kata bupati.

Baca juga: Pebalap Binaan Astra Honda Motor Muhammad Kiandra Ramadhipa Bakal Taklukan Sirkuit Barcelona

Bupati berharap Pemerintah Provinsi Papua dapat mendorong Kementerian Kelautan dan Perikanan agar investasi perikanan di Papua tidak hanya berfokus pada penangkapan ikan semata, tetapi juga menghadirkan industri pengolahan di daerah.

Menurut bupati, selama ini hasil tangkapan dari wilayah Biak justru dibawa keluar daerah untuk diolah sehingga manfaat ekonomi bagi masyarakat belum maksimal.

“Kami berharap ke depan siapapun investor yang masuk ke Papua, khususnya wilayah Saireri, jangan hanya investasi tangkap lalu hasil tangkapan dibawa keluar Papua, tetapi harus ada investasi pengelolaan di Biak dan juga sekitarnya,” 

Baca juga: Prakiraan Cuaca Papua Besok, Minggu 24 Mei 2026: Waropen Hujan Sedang di Siang Hari

Ia menambahkan, apabila industri pengolahan seperti pabrik pengalengan ikan kembali dibuka di Biak seperti beberapa tahun lalu, maka hal tersebut diyakini mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan membantu menekan angka pengangguran.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved