Sabtu, 25 April 2026

Biak Numfor

Wabup Biak Serukan Komitmen Lawan Penyakit Serius TBC Hingga Kusta

Dalam arahannya, Wakil Bupati Jimmy C. Kapissa menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat layana

Tribun-Papua.com/Fiona Sihasale
DINAS KESEHATAN BIAK - Wakil Bupati Kabupaten Biak Numfor, Jimmy C. Kapissa (tengah) saat membuka sosialisasi dan advokasi pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor, Rabu (5/11/2025). Wabup menyerukan komitmen lawan TBC hingga Kusta. 
Ringkasan Berita:Biak Numfor Sosialisasikan P2P untuk Perangi Penyakit Serius.
 
Wakil Bupati meminta komitmen bersama untuk melawan tantangan penyakit seperti HIV/AIDS, TBC, Kusta, dan Gangguan Jiwa (ODGJ), yang jumlah kasusnya tinggi. Dinkes berupaya meningkatkan SPM kesehatan (saat ini 57 persen) melalui edukasi dan perluasan skrining.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale

TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR - Dalam rangka Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor menggelar kegiatan sosialisasi dan advokasi yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Biak Numfor, Jimmy C. Kapissa, di Grand Ballroom KSL Biak, Provinsi Papua, Rabu (5/11/2025).

Kegiatan ini dihadiri juga oleh Ketua TP PKK Kabupaten Biak Numfor, Ny. Imelda Wospakrik Mansnembra, Ketua GOW Biak Ny. Renny Haryanti Kapissa, para kepala puskesmas se-Kabupaten Biak Numfor, serta perwakilan Lapas dan Balai Karantina Kesehatan.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Jimmy C. Kapissa menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat layanan kesehatan, terutama di 21 puskesmas yang ada. 

Baca juga: Bupati Biak Numfor Tantang Maskapai Buka Rute Sorong

Wabup mengatakan, sosialisasi ini menjadi momentum untuk mengajak seluruh stakeholder memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat.

"Biak Numfor telah dicanangkan sebagai kota budaya, bukan hanya dari sisi seni, tetapi juga budaya hidup sehat, bersih, dan disiplin. Ini penting untuk menekan angka penyakit yang menjadi perhatian pemerintah,” ujar wabup

Ia juga mengungkapkan, beberapa penyakit masih menjadi tantangan serius di Biak Numfor seperti kusta, TBC, HIV/AIDS, dan gangguan jiwa (ODGJ).

Baca juga: Jurnalis Muda Papua Muhammad Ikbal Terbitkan Buku Kitong Punya Aksi

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, saat ini terdapat 211 pengidap HIV (3,4 persen) dan 219 ODGJ, jumlah tertinggi di Tanah Papua.

“Kami minta semua pihak ikut mengedukasi masyarakat agar sadar dan berani berobat ke fasilitas kesehatan,” tandasnya

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Biak Numfor, Daud N. Duwiri, S.KM,. M.Kes menjelaskan, kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. 

Baca juga: Hari Ini 14 Distrik di Mimika Akan Diguyur Hujan Ringan

Dikatakan juga bahwa, kegiatan ini difokuskan pada penanganan HIV/AIDS, TBC, kusta, malaria, imunisasi, serta penyakit tidak menular seperti hipertensi dan gangguan jiwa.

"Capaian SPM kesehatan kita sampai September 2025 baru 57 persen. Targetnya minimal 80 persen di akhir tahun,” jelas Duwiri.

Lebih lanjut Daud menambahkan, pihaknya juga akan terus memperluas skrining dan pengobatan, termasuk menurunkan dokter spesialis jiwa ke wilayah kepulauan pada tahun 2026.

Baca juga: Judi Togel Marak di Nabire, Warga Geram: Polisi Didesak Tangkap Bandar dan Oknum Pelindung

Sementara untuk program rehabilitasi rumah singgah bagi ODGJ yang direncanakan di Puskesmas Bosnik lama diharapkan bisa terealisasi pada tahun mendatang.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved