dinkes biak numfor
3.445 Kasus HIV/AIDS Hantui Biak, Kadinkes Ajak Warga Saling Ingatkan
Berdasarkan data yang dihimpun Dinkes, tercatat 1.137 warga berstatus HIV dan 2.308 berstatus AIDS, sehingga total kasus mencapai 3.445. 279
Penulis: Fiona Sihasale | Editor: Marius Frisson Yewun
Ringkasan Berita:
- Kasus HIV/AIDS Biak Tinggi: Total kasus mencapai 3.445, Kadinkes sebut ini "gunung es".
- Sasaran Usia Produktif: Mayoritas kasus menjangkiti usia 15-45 tahun (usia produktif).
- Soroti Perilaku Online: Tantangan pencegahan kini termasuk perubahan pola perilaku sosial online.
- Ajak Saling Jaga: Dinkes menyerukan kolaborasi semua pihak untuk edukasi dan menjaga diri.
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale
TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Biak Numfor, Daud Duwiri mengajak masyarakat semakin peduli menjaga kesehatan diri dan keluarga, terutama dalam mencegah penularan HIV/AIDS.
Berdasarkan data yang dihimpun Dinkes, tercatat 1.137 warga berstatus HIV dan 2.308 berstatus AIDS, sehingga total kasus mencapai 3.445. 279 di antaranya meninggal sejak beberapa tahun terakhir.
Meski angka tersebut terlihat tinggi, Duwiri menegaskan bahwa data tersebut merupakan akumulasi tahunan dan menjadi pengingat agar masyarakat tetap waspada sebab kasus HIV/AIDS ibarat gunung es di dalam air.
Baca juga: Penyerahan SK 341 CPNS Biak Diwarnai Peringatan Bagi 49 ASN yang Terancam Dipecat
“Obat untuk mengendalikan penyakit ini tersedia, namun kita harus tetapenjaga diri agar terhindar dari HIV/AIDS,” ujarnya saat ditemui media di Biak, Rabu, (03/12/2025l
Dikatakan bahwa saat ini pemerintah daerah melalui dinas teknis terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat, termasuk soal pencegahan dan langkah-langkah sederhana untuk menjaga diri.
Diakui bahwa tantangan yang dihadapi saat ini adalah perubahan pola perilaku masyarakat, termasuk aktivitas sosial yang kini banyak berlangsung secara online.
Baca juga: Mimika Siapkan Sekolah Rakyat untuk Wujudkan Generasi Emas
Untuk itu, ia mengajak peran serta semua pihak baik tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh stakeholder untuk turut memberikan imbauan dan edukasi positif kepada warga tentang penularan HIV/AIDS.
“Kita saling mengingatkan saja, supaya masyarakat lebih sadar dan menjaga diri,” kata Duwiri.
Duwiri menyebut mayoritas kasus ini berada pada rentang usia 15–45 tahun, yakni usia produktif. Ia juga menyoroti pentingnya kesetiaan dalam hubungan, sebab sebagian ibu rumah tangga terinfeksi penyakit tersebut dari pasangannya.
Baca juga: ASN Papua Tengah Terancam PTDH Jika Kawin Dua
“Yang penting kita saling menjaga. Dinas kesehatan akan terus memberikan edukasi dan pelayanan agar masyarakat tetap sehat,” tandasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/sasdakdaskdakdasjg.jpg)