Jumat, 17 April 2026

DBD Biak Numfor

14 Kasus DBD Ditemukan di Biak, Dinkes Mulai Fogging dan Pemberian Abate

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Biak Numfor, Daud N. Duwiri, menyebut sebagian besar kasus DBD tersebut terdeteksi saat pasien

Tribun Papua Barat/Fiona Sihasale
KASUS DBD - Kepala Dinkes Biak Numfor, Daud N. Duwiri saat dikonfirmasi terkait kasus DBD di Biak, Senin (9/3/2026). Hingga kini terdapat 14 kasus DBD sehingga Dinkes mengimbau masyarakat tetap waspada. 

Ringkasan Berita:
  • Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Biak Numfor mengalami sedikit peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. 
  • Dinkes mencatat hingga saat ini terdapat 14 kasus DBD yang ditemukan melalui pemeriksaan pasien di rumah sakit.
  • Sebagian besar kasus berada di wilayah kerja seperti Puskesmas Sumberker sebanyak 10 kasus ditemukan, satu kasus di wilayah Puskesmas Biak Kota, dan tiga kasus di wilayah Puskesmas Ridge.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale

TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, mengalami sedikit peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. 

Hingga saat ini tercatat 14 kasus DBD yang ditemukan melalui pemeriksaan pasien di rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Biak Numfor, Daud N. Duwiri, menyebut sebagian besar kasus DBD tersebut terdeteksi saat pasien menjalani perawatan di rumah sakit dengan diagnosa penyakit lain, namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ternyata juga terindikasi DBD.

“Sampai hari ini kasus kita ada 14. Kasus ini ditemukan di rumah sakit. Pasien yang masuk dengan kondisi penyakit lain namun setelah dirawat, ditemukanlah kasus DBD,” kata  Daud Duwiri saat dikonfirnasi Tribun-Papua.com di Biak, Senin, (9/3/2026). 

Baca juga: Mahasiswa Yahukimo Meninggal di RSUD Yowari, Diduga Ditelantarkan Karena Administrasi BPJS

Temuan kasus ini mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, apalagi cuaca di Biak Numfor tidak menentu dan lebih dominan hujan sehingga menyisahkan genangan air pada wadah bekas, rawa-rawa sebagai tempat berkembang biaknya nyamuk.

Dari total 14 kasus yang tercatat, sebagian besar berada di wilayah kerja seperti Puskesmas Sumberker sebanyak 10 kasus, satu kasus di wilayah Puskesmas Biak Kota, dan tiga kasus di wilayah Puskesmas Ridge.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Dinkes telah melakukan berbagai langkah penanganan, di antaranya pembagian abate serta fogging di wilayah yang ditemukan kasus tersebut.

“Dinas Kesehatan sudah menindak lanjuti dengan melakukan abatisasi dan juga fogging,” kata Daud.

Baca juga: Sekda Lepas Tim Persimi Sarmi “Badai Pantai Utara” Ikuti Liga 4 di Jayapura

Duwiri mengimbau masyarakat, khususnya di Distrik Samofa, untuk lebih intens menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan menghilangkan genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

“Kami berharap Distrik Samofa lebih intens menjaga lingkungan terutama tempat-tempat genangan air yang menjadi perindukan nyamuk, seperti di kandang ayam atau tempat lain yang bisa menampung air,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat melapor atau menghubungi petugas kesehatan apabila menemukan adanya tempat perindukan nyamuk agar dapat dilakukan abatesasi. Dengan demikian, penanganan lebih cepat untuk mencegah munculnya kasus yang lebih berat hingga menyebabkan kematian.

“Kami juga bersyukur karena hari ini daya tahan tubuh masyarakat sudah meningkat untuk melawan DBD. Kalau pertama-pertama DBD mulai menjangkit itu langsung bisa ada yang drop sampai meninggal,” imbuhnya

Sebagian besar kasus DBD di Biak Numfor masih didominasi oleh anak-anak, meskipun terdapat juga kasus pada orang dewasa, khususnya mereka yang baru kembali dari luar daerah dan kemudian jatuh sakit setelah tiba di Biak.

Baca juga: Apresiasi Astra Motor Papua untuk Konten Kreator Binaan

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved