Senin, 13 April 2026

Tarkam Menpora

Tarkam Menpora Membawa Berkah Bagi UMKM Kopi Wamena

Bagi pengusaha muda asli Wamena, ajang ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk mereka ke

Tribun-Papua.com/Noel Iman Untung Wenda
UMKM KOPI - Tampak salah satu Usaha Menengah Kecil Mandiri yang melakukan penjualan pada ajang kejuaraan antar kampung tarkam 2025 yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga di Kabupaten Jayawijaya Papua Pegunungan, Minggu, (28/09/2025). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Noel Iman Untung Wenda

TRIBUN-PAPUA.COM, WAMENA - Kejuaraan Antar Kampung (Tarkam) 2025 yang digelar perdana oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tidak hanya menghadirkan semarak olahraga, tetapi juga membuka peluang bisnis bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal.

Bagi pengusaha muda asli Wamena, ajang ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk mereka ke khalayak yang lebih luas. 

Baca juga: Airnorth Resmikan Jalur Penerbangan Internasional Perdana di Biak

“Dengan kegiatan seperti ini, kami bisa tunjukkan brand kami agar lebih dikenal. Kalau soal pendapatan, hari pertama bisa sekitar Rp500 ribu, sekarang bisa sampai Rp1 juta. Semua dari kopi Wamena murni tanpa campuran, karena kami jaga cita rasa,” ujar salah satu pelaku UMKM Minor Bayage, koordinator Lentera Caffe di Lokasi kegiatan, Minggu, (28/09/2025).

Pelaku UMKM berharap event seperti Tarkam bisa rutin digelar agar mereka bisa bersaing dengan pengusaha dari kota lain. 

Baca juga: Tim Hukum Rife Kerebea Bongkar Dugaan Penahanan Ilegal Oleh PN Wamena

“Kami biasanya jual manual, bawa produk ke beberapa tempat, kafe, atau lokasi acara. Lokasi kami di Hom-Hom. Kami juga butuh dukungan pemerintah untuk punya ruko atau peralatan lengkap agar usaha ini bisa lebih berkembang,” lanjutnya.

Sementara itu, Tinus Wetipo, pemilik kedai Hulkam Wanawali, Ia mengaku pendapatannya meningkat tajam selama gelaran Tarkam.

Baca juga: Polres Jayawijaya Bekuk DPO 17 Kasus Curas

“Hari pertama sampai sekarang saya bisa dapat Rp10 juta. Saya jual kopi asli Wamena, juga beberapa kopi nasional dan saset dengan harga Rp10 ribu per gelas. Kalau tidak ada event, biasanya saya keliling pasar. Saya berharap bisa punya kedai sendiri di Kampung Lantipo, Distrik Wamena Kota. Mudah-mudahan pemerintah bisa bantu,” ungkapnya.

Ia mengaku senang karena bisa ikut merasakan dampak positif dari Tarkam. “Kami terhibur, sekaligus bisa dapat penghasilan tambahan. Saya bergerak sendiri tanpa bantuan pemerintah, jadi sangat berharap ada perhatian agar usaha seperti kami bisa berkembang,” tuturnya.

Baca juga: Astra Motor Racing Team Kembali Raih Podium di Mandalika Racing Series Round 4

Gelaran Tarkam 2025 di Wamena pun membuktikan bahwa olahraga tidak hanya memupuk sportivitas, tetapi juga menjadi lokomotif bagi tumbuhnya ekonomi kerakyatan di Papua Pegunungan.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved