Sosok
Saat Lesman Tabuni Berpamitan: Kisah Pengabdian di Balik Kinerja Maksimal Dinkes Jayawijaya
Delapan bulan kebersamaan telah menjelma menjadi ikatan kerja yang melampaui sekadar hubungan birokrasi.
Penulis: Noel Iman Untung Wenda | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com,Noel Iman Untung Wenda
PAGI di halaman Kantor Bupati Jayawijaya pada Senin (5/1/2026), tampak berjalan seperti biasa.
Barisan aparatur sipil negara berdiri rapi mengikuti apel perdana awal tahun.
Tidak ada yang istimewa dari susunan peserta, tidak pula dari jalannya upacara.
Namun bagi Lesman Tabuni, pagi itu menyimpan makna yang jauh lebih dalam.
Dengan seragam dinas lengkap, ia berdiri tenang di barisan.
Tak banyak yang mengetahui bahwa apel tersebut adalah yang terakhir baginya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.
Baca juga: Yubelina Marandof Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD Biak, Bupati Markus: Demi Pelayanan Kesehatan
Delapan bulan pengabdian perlahan mencapai titik akhir.
Usai apel, Lesman melangkah menemui Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya. Tanpa kata berlebih, ia berpamitan.
Sebuah perpisahan yang sederhana, namun sarat makna menutup satu bab penting dalam perjalanan kariernya sebagai birokrat dan putra daerah.
Keputusan untuk mengakhiri tugasnya bukanlah sesuatu yang datang mendadak.
Sejak Oktober 2025, Lesman telah menerima arahan lisan untuk kembali bertugas di Dinas Kesehatan Provinsi Papua melalui Inspektur Daerah dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jayawijaya.
Namun, ia memilih bertahan. Bagi Lesman, memastikan pelayanan kesehatan tetap tanpa kekosongan kepemimpinan di akhir tahun anggaran adalah tanggung jawab moral yang tak bisa ditinggalkan.
“Saya hanya ingin memastikan semua tugas diselesaikan dengan baik sebelum kembali,” ujarnya singkat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/bersama-Keluargga-saat-berfoto-bersama-seb.jpg)