Sabtu, 9 Mei 2026

Info Jayawijaya

Tak Hanya Jati Diri, Noken Pelangi Diharapkan Mengangkat Ekonomi Warga Suku Walak di Jayawijaya 

Noken Pelangi ini adalah hasil karya masyarakat suku Walak, dan kami berharap dapat meningkatkan ekonomi masyarakat di 5 distrik

Tayang:
Penulis: Amatus Hubby | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua.com/Amatus Hubby
PERESMIAN - Bupati Jayawijaya, Provinsi Papua, Athenius Murib menggunting pita untuk menandai peresmian Sekretariat Noken Pelangi Walakgwe di Kampung Manda. Noken ini menjadi ciri khas dan jati diri Suku Walak.   

Ringkasan Berita:

Laporan wartawan Tribun-Papua.com, Amatus Huby 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAWIJAYA – Langsit biru nan bersih, serta tiupan angin yang berhaisl menerobos Lembah  Baliem terasa menusuk tulang. Namun hal itu tidak mengurangi semangat ratusan warga yang menghadiri peresmian Sekretariat Noken Pelangi di Kampung Manda, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan akhir pekan tadi.  

Kampung Manda merupakan sebuah kampung di Distrik Bugi yang berada di Kabupaten Jayawijaya atau berjarak sekitar 35 kilometer dari ibu kota Kabupatena Jayawijaya, Wamena.  

Baca juga: APS Harap Kunjungan Wapres Gibran ke Wamena Tingkatkan SDM ASN

Hari itu, warga Kampung Manda merasa Bahagia dengan kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Jayawijaya, Athenius Murib yang meresmikan gerai Noken Pelangi yang menjadi ciri khas dan jati diri warga Suku Walak

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), jajaran Forkopimda, Wakil Ketua I DPRD serta anggota DPRK Jayawijaya dan masyarakat Suku Walak yang berasal dari 5 distrik.

Diketahui 5 distrik wilayah suku Walak ini terdiri dari distrik Bugi, Mbipiri, Manda, Wolo, dan Yalengga. Jarak untuk menempuh distrik ini sekitar 3 kilometer dari pusat kota Wamena.

Identitas noken pelangi ini ditunjukkan dalam berbagai produk, seperti topi, pakaian, sepatu, dan kain bergambar pelangi. 

Penetapan identitas ini ditandai dengan pengguntingan pita Sekretariat Noken Pelangi Walakgwe oleh Bupati Jayawijaya, Athenius Murib.

Baca juga: KAPP Pegunungan Perkuat Akar Ekonomi dari Jantung Wamena

Diketahui Noken Pelangi adalah noken atau tas tradisional khas Papua yang dimodifikasi dan dirajut menggunakan bahan benang warna pelangi, agar terlihat berbeda dengan noken tradisional yang menggunakan serat kayu. 

Noken dengan beragam warna layaknya pelangi ini serbaguna, seperti noken tradisional yang sering digunakan untuk membawa barang sehari-hari atau hasil kebun, dan tetap mempertahankan nilai budaya serta teknik rajut dari tangan masyarakat Suku Walak.

Untuk proses anyaman atau merajut Noken dengan warna pelangi tersebut bisa memakan waktu satu sampai dua hari.

Baca juga: Pesawat Subsidi Pilatus AMA Beroperasi Mulai 8 Januari, Layani Rute Wamena–Puldama Setiap Kamis

Noken dengan warna pelangi tersebut melambangkan persatuan, harapan, dan jati diri orang Walak di Kabupaten Jayawijaya.

Dalam kesempatan itu Bupati Jayawijaya, Athenius Murib menyampaikan bahwa Produk-produk ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat lokal dan menjadi identitas khas Kabupaten Jayawijaya.

"Noken Pelangi ini adalah hasil karya masyarakat suku Walak, dan kami berharap dapat meningkatkan ekonomi masyarakat di 5 distrik dan sekitarnya," kata Bupati Jayawijaya dalam sambutannya.

Baca juga: Fun Game III Wamena Jadi Ajang Silaturahmi dan Pembinaan Basket Pemuda

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan beras dan minyak goreng kepada masyarakat dari 5 distrik, sebagai bagian dari program ketahanan pangan. 

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved