Sabtu, 9 Mei 2026

BBM subsidi

Warga Wamena Desak Aparat Usut Mafia Minyak Tanah Rp125 Ribu Lima Liter

Ini sangat meresahkan, kami minta pemerintah dan aparat segera mengusut dan menangkap pelaku di balik permainan harga ini,”

Tayang:
Istimewa
MINYAK TANAH SUBSIDI - Warga Wamana di Jayawijaya harapkan aparat penegak hukum sigap menindak aktivitas penjualan minyak tanah yang semakin naik.(Paguru T) 

Ringkasan Berita:
  • Harga Meroket: Harga minyak tanah di Wamena melonjak drastis hingga mencapai Rp30 ribu per liter di tingkat pengecer.
  • Anomali Distribusi: Pertamina dan Trigana Air menegaskan stok serta distribusi normal dengan harga resmi pangkalan Rp4.000 per liter.
  • Dugaan Penyelewengan: Pengecer mengaku mendapatkan pasokan dari oknum tidak dikenal menggunakan kendaraan pribadi dengan harga tinggi.

 

TRIBUN-PAPUA.COM, WAMENA - Harga minyak tanah di Ibu Kota Provinsi Papua Pegunungan melonjak hingga Rp125 ribu untuk lima liter atau Rp25 ribu per litar, bahkan mencapai Rp30 ribu per liter.

Lonjakan ini memicu keresahan warga sekaligus menimbulkan tanda tanya besar terkait rantai distribusi karena minyak tanah merupakan komoditas subsidi pemerintah yang seharusnya didapat oleh konsumen dengan harga murah.

Pantauan di Jalan Pattimura, Jalan Irian, dan pusat pertokoan Wamena, Kabupaten Jayawijaya, pengecer menjual minyak tanah secara terbuka di atas HET.

Baca juga: BPBD Kaimana Imbau Warga Hemat Air Jelang El Nino Panjang Juni - Oktober

Manager Trigana Air Service Wamena Michael Biduri menegaskan pihaknya hanya mengangkut minyak tanah subsidi berdasarkan kontrak resmi bersama Pertamina.

“Kami hanya angkut mitan subsidi dan tidak ada angkutan industri sehingga kenaikan harga pengecer tidak berkaitan dengan ongkos kargo,” ujarnya.

Ia menegaskan pihaknya telah mengonfirmasi ke manajemen kargo di Sentani, Jayapura, terkait distribusi minyak tanah yang selama ini berjalan normal.

Baca juga: Pemkab Kaimana Libatkan Koreografer Surabaya Bantu Kepala Suku Ciptakan Tarian Asli Daerah

Namun muncul pertanyaan mengenai sumber pasokan pengecer jika tidak ada izin pengangkutan minyak tanah kategori industri ke wilayah tersebut.

Seorang pengecer di Jalan Pattimura mengaku mendapatkan pasokan dari oknum tidak dikenal yang melintas menggunakan kendaraan pribadi.

“Kami beli dari orang lewat, bahkan ada yang tawarkan satu drum seharga Rp3 juta,” ungkap pengecer tanpa menyebut identitas pemasok.

Baca juga: Waket DPRD Lanny Jaya Salurkan Bantuan Motivasi Petani Tradisional Kampung Dura

Di sisi lain warga mengeluhkan jatah minyak tanah subsidi yang diterima tidak sesuai aturan serta harga yang lebih tinggi.

Aldi mengaku hanya mendapatkan tujuh liter per KK dengan harga Rp7.500 per liter meski seharusnya memperoleh sepuluh liter.

“Kami sudah alami ini tiga tahun dan baru tahu harga resmi Rp4.000, kami curiga ada permainan kuota subsidi,” keluh Aldi.

Ardi menilai pemerintah dan aparat seolah tutup mata terhadap praktik permainan harga yang merugikan masyarakat kecil di Wamena. “Ini sangat meresahkan, kami minta pemerintah dan aparat segera mengusut dan menangkap pelaku di balik permainan harga ini,” tegasnya.

Baca juga: YKKMP Pasang Baliho Ingatkan TNI dan TPNPB Lindungi Masyarakat Sipil Puncak

Pertamina melalui Sales Branch Manager wilayah Papua Pegunungan Andre Hauzan melakukan sidak ke pangkalan untuk memastikan distribusi berjalan normal.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved