Jumat, 12 Juni 2026

Noken Raksasa Sepanjang 30 Meter di Papua Jadi Tas Terbesar di Dunia dan Pecahkan Rekor MURI

Sebuah noken sepanjang 30 meter dinobatkan sebagai tas Noken terbesar di dunia oleh Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI).

Tayang:
Editor: Sigit Ariyanto
(Dok. Humas Kementerian Pariwisata)
Sebuah Noken sepanjang 30 meter dinobatkan sebagai tas Noken terbesar di dunia oleh Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI). Tas raksasa itu ditampilkan pada acara pembukaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Papua, Rabu (7/8/2019). 

TRIBUNPAPUA.COM - Sebuah noken sepanjang 30 meter dinobatkan sebagai tas Noken terbesar di dunia oleh Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI).

Tas raksasa itu ditampilkan pada acara pembukaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Papua, Rabu (7/8/2019) lalu.

Noken merupakan sebuah tas multifungsi yang terbuat dari anyaman kulit kayu.

Tas berbentuk mirip jala ini biasa disebut Su oleh Suku Hubula.

Bagi wanita Suku Hubula, Noken bagaikan rahim ke dua perempuan Papua.

 Bayi Pengungsi Usia 4 Bulan Hanya Berselimut Daun Pandan Hadapi Dinginnya Cuaca Pegunungan Papua

Sebabnya, di sana ada banyak sumber kehidupan, yang mudah didapat di Papua.

Noken adalah brangkas dan gudang hidup orang Papua.

Di situ terdapat kekayaan peradaban yang membangun generasi Papua.

Sebuah Noken sepanjang 30 meter dinobatkan sebagai tas Noken terbesar di dunia oleh Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI). Tas raksasa itu ditampilkan pada acara pembukaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Papua, Rabu (7/8/2019).
Sebuah Noken sepanjang 30 meter dinobatkan sebagai tas Noken terbesar di dunia oleh Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI). Tas raksasa itu ditampilkan pada acara pembukaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Papua, Rabu (7/8/2019). ((Dok. Humas Kementerian Pariwisata))

Pada 2012, Noken bahkan telah tercantum dalam Daftar UNESCO Warisan Budaya Tak Benda sebagai warisan budaya Indonesia.

Bagian hidup Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayawijaya Alpius Wetipo mengatakan jika Noken itu unik dan menarik.

Sebuah hasil karya yang harus terus dipertahankan.

 Guru Mogok Mengajar, Aktivitas Pendidikan 98 Sekolah di Memberamo Raya Papua Lumpuh Sebulan

Menurutnya, keunikan Noken bagi Suku Hubula dapat terlihat dari proses pembuatannya.

Semua dimulai dari perencanaan, pengumpulan bahan, proses pembuatan, dan bentuk. hingga penggunaannya.

"Kami suku Hubula itu biasa pakai Su atau Noken. Su itu bagian hidup dari orang Baliem pada umumnya pada khususnya di pegunungan tengah,” ucap Alpius.

Su disebut bagian hidup dari orang Baliem, imbuh Alpius, karena biasa dipakai sebagai pakaian adat bagi kaum perempuan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved