Selasa, 21 April 2026

Kerusuhan di Papua

Pemerintah Perlu Lakukan 3 Hal Ini terkait Sorotan Luar Negeri terhadap Masalah Papua

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana memberikan tanggapan mengenai masalah Papua.

Tribunnews/istimewa
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana 

TRIBUNPAPUA.COM - Negara-negara di dunia, kecuali mungkin negara pasifik, akan tetap mengakui Papua sebagai bagian dari NKRI, ketika insiden kembali memanas di bumi Cenderawasih.

Demikian Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana mengatakan kepada Tribunnews.com, Senin (2/9/2019).

Tentu, imbuh dia, akan ada pihak-pihak dari luar negeri, seperti Benny Wenda yang ingin memanfaatkan, bahkan mengeksploitasi masyarakat di Papua agar terprovokasi untuk merdeka.

Kisah Heroik Legenda Persipura dan Manajer SPBU Berhasil Selamatkan SPBU yang Hendak Dibakar Massa

"Meski perlu diwaspadai apa yang dilakukan pihak-pihak luar, termasuk Benny Wenda, saya yakin negara-negara di dunia tidak akan mengakui kemerdekaan Papua," ujar Hikmahanto.

Namun demikian pemerintah perlu melakukan tiga hal ini.

Pertama, dia menjelaskan, meminta kepada perwakilan Indonesia di luar negeri untuk berkomunikasi secara intens dengan pemerintah setempat terkait insiden yang terjadi di Papua.

Duga Ada Keterlibatan Pihak Asing, Polri: Mereka Ingin Masalah Papua Bisa Dibawa ke PBB

Pun mengkomunikasikan upaya-upaya pemerintah untuk menyelesaikan insiden yang ada.

Kedua, pemerintah perlu berkomunikasi ke media mancanegara. Termasuk perwakilan di luar negeri untuk bicara dengan media setempat tentang apa yang terjadi di Papua dan upaya penanggulangannya.

Terakhir, lanjut dia, pemerintah perlu memberikan briefing kepada perwakilan dari berbagai negara yang ada di Jakarta terkait insiden di Papua dan penanggulangannya.

Pasca-Kerusuhan, Polri Siagakan Helikopter Pengangkut Pasukan ke Papua

Kapolri dan Panglima TNI akan Berkantor di Papua

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memastikan akan menambah pasukan yang diterjunkan ke Papua.

Saat ini, sudah ada 6.000 personel gabungan TNI-Polri di Tanah Papua.

"Kalau kurang akan saya tambah lagi, saya dengan pak Panglima (Marsekal Hadi Tjahjanto, - Red) sudah komitmen. (Kalau) kurang, akan tambah lagi sampai situasi aman," ujar Tito, pasca HUT Polwan ke-71, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Minggu (1/9/2019) kemarin.

Kantor Gubernur Papua Dijarah saat Kerusuhan, Pemprov Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan

Selain itu, Tito juga menegaskan akan berangkat ke Papua langsung untuk memastikan keamanan di lokasi. Tak sendiri, ia akan didampingi oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Menurut mantan Kapolda Papua dan Metro Jaya itu, dirinya akan berada disana seminggu lamanya atau hingga situasi benar-benar aman.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved