Kerusuhan di Papua

Polri Beri Penjelasan soal Dua Aktor Intelektual Rusuh Papua yang Diduga Terkait Benny Wenda

Mabes Polri menyebut dua aktor intelektual kerusuhan Papua FBK dan AG memiliki keterkaitan dengan Ketua (ULMWP) Benny Wenda.

Polri Beri Penjelasan soal Dua Aktor Intelektual Rusuh Papua yang Diduga Terkait Benny Wenda
(KOMPAS.com/Devina Halim)
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (20/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNPAPUA.COM, JAKARTA - Mabes Polri menyebut dua aktor intelektual kerusuhan Papua FBK dan AG memiliki keterkaitan dengan Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Benny Wenda.

Namun, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya masih mendalami keterkaitan dua aktor intelektual kerusuahan di Papua tersebut dengan Benny Wenda.

"Keterkaitannya ada, jaringan komunikasi itu ada, tentunya nanti. Kita masih dalami dulu. Kalau untuk dua tersangka yang baru diamankan kemarin, didalami dulu," ujar Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (9/9/2019).

Bantah Isu Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya Dilempari Ular, Wiranto: Itu Tidak Benar

Tak hanya mendalami keterkaitan mereka, kepolisian pun sedang mengejar tokoh Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

"Penyidik masih melakukan pengejaran terhadap beberapa tokoh KNPB yang diduga langsung terkoneksi dengan BW (Benny Wenda)," ucapnya.

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menuturkan tokoh yang diburu pihaknya tersebut diduga perantara Benny Wenda dengan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP).

"Langsung memerintahkan dengan memanfaatkan AMP untuk melakukan mobilisasi, kemudian menyiapkan desain untuk kerusakan, kemudian melakukan provokasi langsung di lapangan," kata Dedi.

Sita anak panah

 Kepolisian telah melakukan penggeledahan terhadap sebuah rumah susun (rusun) di Jayapura, Papua.

Rusun itu diduga ditempati oleh dua aktor intelektual kerusuhan Papua yakni FBK dan AG.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya berhasil menyita sejumlah barang bukti yang diduga digunakan dalam aksi kerusuhan dari lokasi tersebut.

Dedi Prasetyo menuturkan barang bukti yang disita mulai dari senjata tajam, anak panah dan busur panah, gir, kampak hingga rompi.

"Barang bukti yang disita ada busur panah, anak panah, cukup banyak benda tajam yang dipersiapkan untuk melakukan kerusuhan," ujar Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (9/9/2019).

Halaman
123
Editor: Sigit Ariyanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved