Awal Tahun 2020 Nanti, Pasien RSUD Jayapura Papua Hanya Boleh Didampingi Satu Pengunjung

Mulai 1 Januari 2020 mendatang, manajemen RSUD Jayapura, mulai memberlakukan aturan baru.

Awal Tahun 2020 Nanti, Pasien RSUD Jayapura Papua Hanya Boleh Didampingi Satu Pengunjung
www.papua.go.id
Awal Tahun 2020 Nanti, Pasien RSUD Jayapura Hanya Boleh Didampingi Satu Pengunjung 

TRIBUNPAPUA.COM - Mulai 1 Januari 2020 mendatang, manajemen RSUD Jayapura, mulai memberlakukan aturan baru.

Dikutip TribunPapua.com dari laman resmi Pemprov Papua, Kamis (12/9/2019), peraturan tersebut adalah setiap pasien hanya boleh didampingi satu orang pengunjung.

"Sudah tidak bisa lagi keluarga berbondong-bondong masuk jaga di dalam rumah sakit," terang Aloysius Giay, Plt Dirut RSUD Jayapura, di Jayapura, Selasa (10/9/2019).

Gubernur Lukas Ancam Usir Pendulang Ilegal Dari Tanah Papua: Tak Boleh Keruk Kekayaan Kami

"Bahkan nanti untuk masuk rumah sakit, kita akan siapkan tanda pengenal bagi satu pasien dan satu pengunjung yang berkenan masuk," lanjutnya.

"Intinya untuk pengunjung yang menginap pun akan dilihat apakah bisa menginap. Sebab tidak semua ruang pelayanan di RSUD Jayapura pasiennya bisa dirawat. Tidak semua ruang pelayanan pun harus didampingi keluarga," jelasnya.

Menurut dia, kebijakan baru ini telah mulai disosialisasikan kepada pasien dan keluarga yang berobat di rumah sakit plat merah tersebut.

Lukas Enembe Sebut Penjarahan Kantor Gubernur Sudah Direncanakan: Masa Sudah Siap Speed Boat?

Hal itu juga sebagai bagian dari upaya peningkatan keamanan di lingkungan RSUD Jayapura.

Sementara pada kesempatan itu, Aloysius Giay resmi mengumumkan RSUD Jayapura menerapkan aplikasi online Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang terintegrasi dengan Dashboard Kemenkes.

Kendati baru pada tahap front office, meliputi loket, kasir, UGD, rawat jalan, LAB, dan radiologi, dia optimis penerapannya bakal semakin lengkap dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Kritik Rencana Pembangunan Istana Presiden di Papua, Natalius Pigai: Itu Usulan Tidak Jelas

"Saya akui, kalau kita baru mulai tahun ini (penerapan SIMRS). Memang terlambat, tetapi kita berusaha untuk segera menyempurnakan pelayanan ini. Sebab UU No 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit, mewajibkan pencatatan dan pelaporan tentang semua kegiatan penyelenggaraan rumah sakit, lewat aplikasi SIMRS. Untuk itulah kita mulai menjalankan sistem baru ini," terangnya.

Ke depannya, tambah Giay, pihaknya bakal memasukkan Kamus Data Kesehatan Indonesia dan Standarisasi Interoperabilitas Kementerian Kesehatan, Integrasi Aplicares BPJS dengan SIRANAP Kemenkes, Telemedicine Terintegrasi SIMRS, serta Sisrute Terintegrasi SIMRS dan Telemedicine.

Plt. Wakil Direktur (wadir) RSUD Jayapura Emma Come mengatakan segera merekrut 20 orang tenaga teknologi informasi untuk mendukung penerapan SIMRS.

(TribunPapua.com)

Penulis: Sigit Ariyanto
Editor: mohamad yoenus
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved