Gubernur Lukas Ancam Usir Pendulang Ilegal Dari Tanah Papua: Tak Boleh Keruk Kekayaan Kami

Gubernur Papua Lukas Enembe mengancam bakal mengusir para pendulang emas ilegal yang melakukan penambangan di bumi cenderawasih.

Gubernur Lukas Ancam Usir Pendulang Ilegal Dari Tanah Papua: Tak Boleh Keruk Kekayaan Kami
www.papua.go.id
Gubernur Lukas Ancam Usir Pendulang Ilegal Dari Tanah Papua 

TRIBUNPAPUA.COM - Gubernur Papua Lukas Enembe mengancam bakal mengusir para pendulang emas ilegal yang melakukan penambangan di bumi cenderawasih.

Dikutip TribunPapua.com dari laman resmi Pemprov Papua, Kamis (12/9/2019), pendulangan emas saat ini menurutnya, hanya dapat dilakukan secara tradisional oleh masyarakat adat setempat.

Selain itu, penambangan ilegal tersebut dijalankan secara tradisional dan dikerjakan secara turun temurun.

Lukas Enembe Sebut Penjarahan Kantor Gubernur Sudah Direncanakan: Masa Sudah Siap Speed Boat?

"Sehingga tak boleh lagi orang dari luar Papua datang keruk kekayaan kami," jelas Lukas di Jayapura, Selasa (10/9/2019), menyikapi insiden penyerangan kelompok warga di lokasi pendulangan emas, di beberapa kabupaten.

Sementara menghindari insiden serupa, Lukas memastikan dalam waktu dekat segera menerbitkan surat edaran pelarangan pendulangan emas secara ilegal di wilayah Papua.

Dengan demikian, diharapkan tak ada lagi pendulangan secara ilegal, sebab segala bentuk ijin pertambangan ke depan, hanya diterbitkan oleh Gubernur.

Kritik Rencana Pembangunan Istana Presiden di Papua, Natalius Pigai: Itu Usulan Tidak Jelas

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM. Kamal, dalam rilisnya, Sabtu (7/9/2019) menyebut, total 555 warga pada lokasi penambangan di wilayah perbatasan Kabupaten Yahukimo, Pegunungan Bintang dan Asmat, harus mengungsi akibat diserang sekelompok massa.

Meski belakangan disebut jumlah pengungsi telah mencapai ribuan orang.

Empat jenasah yang diduga pendulang ditemukan di sekitar lokasi penambangan emas.

Aksi Heroik Anak Buah Menteri Sri Mulyani saat Rusuh di Papua, Selamatkan Senjata Agar Tak Dijarah

Sementara sembilan orang terluka dan masih dalam perawatan medis di RSUD Tanah Merah, Boven Digoel

Tim gabungan sebelumnya, telah mengirimkan 10 longboat untuk melakukan evakuasi para korban ke daerah secara bertahap.

(TribunPapua.com)

Penulis: Sigit Ariyanto
Editor: mohamad yoenus
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved