Kerusuhan di Papua

Ketua DPR Papua Minta 1.200 Mahasiswa yang Pulang Kampung Diberi Waktu untuk 'Cooling Down'

Ketua DPR Papua Yunus Wonda menyarankan agar mahasiswa yang pulang kampung diberi kelonggaran waktu, karena saat ini emosi mereka sedang tidak stabil.

Ketua DPR Papua Minta 1.200 Mahasiswa yang Pulang Kampung Diberi Waktu untuk 'Cooling Down'
(KOMPAS.com/DHIAS SUWANDI)
Ketua DPR Papua Yunus Wonda 

TRIBUNPAPUA.COM, JAYAPURA - Hingga Jumat (13/9/2019), terdapat 1.200 mahasiswa asal Papua yang memilih pulang kampung.

Jumlah tersebut diyakini akan terus bertambah dalam beberapa hari ke depan.

Pemerintah Provinsi Papua dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Papua kini tengah dipusingkan dengan masalah tersebut, karena dipastikan sulit menampung seluruh mahasiswa di universitas yang ada di Papua dan Papua Barat.

Belum lagi, para mahasiswa tidak hadir dalam undangan pertemuan dengan Gubernur Papua.

Unjuk Rasa di Depan Gedung Merah Putih, Massa Merangsek Masuk, Copot Kain Hitam yang Tutupi Logo KPK

Untuk itu, Ketua DPR Papua Yunus Wonda menyarankan agar para mahasiswa tersebut diberi kelonggaran waktu, karena saat ini emosi mereka sedang tidak stabil.

"Kita harus cooling down karena anak-anak ini datang dengan keadaan emosional yang cukup tinggi. Kita tidak bisa memaksa besok berangkat, tidak bisa. Satu, dua bulan ke depan biar anak-anak berpikir kembali dan itu baru kita bicara kalau mereka akan pulang," ujar Yunus di Jayapura, Jumat (13/9/2019).

Saat ini, para mahasiswa tersebut masih sulit diajak berkomunikasi dan memilih menutup diri.

Sedianya, mahasiswa hadir pada rapat koordinasi yang diinisiasi oleh Gubernur Papua Lukas Enembe dan dihadiri oleh Kapolda Papua Irjen Rudolf A Rodja dan Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen Irham Waroihan.

Gubernur Lukas Enembe Nilai Pertemuan Tokoh Papua Dengan Presiden Jokowi Belum Selesaikan Masalah

Yunus menganggap rapat tersebut menjadi percuma, karena mahasiswa yang menjadi topik utama pembahasan tidak hadir.

"Kita mau pertemuan 100 kali pun, selama anak mahasiswa tidak duduk bersama kami, tidak pernah ada jawaban dan solusi," kata Yunus.

Yunus menyarankan masing-masing kepala daerah (bupati/wali kota) untuk turun langsung membuka komunikasi dengan para mahasiswa tersebut.

Halaman
12
Editor: Sigit Ariyanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved