Pasca-Serangan Drone ke Pabrik Minyak Saudi Aramco, Harga Minyak Bisa Tembus 100 Dolar AS per Barel?

Terpangkasnya produksi minyak di Arab Saudi akibat serangan drone, dinilai tak mampu menahan harga minyak berada di level tinggi untuk waktu yang lama

pep.pertamina.com
Ilustrasi kilang minyak 

Dari sisi harga, Wahyu menilai kenaikan harga 10 dolar AS per barel masih wajar sebagai dampak dari terbakarnya kilang Aramco.

Ada 11 Perusahaan Indonesia di Daftar 200 Perusahaan Terbaik Asia Pasifik Versi Forbes, Apa Saja?

Tentunya, dengan asumsi akan segera ada recovery dari produsen kilang minyak tersebut.

Namun, jika kondisi berlarut maka ada potensi bagi harga minyak naik 10 dolar AS per barel hingga 20 dolar AS per barel.

Bahkan, bukan tidak mungkin untuk harga minyak dunia menyentuh level 100 dolar AS per barel, sebagai skenario terburuk.

"Tapi ada kecurigaan ini permainan harga saat formal policy sudah tak mampu menekan harga. Aksi koboi ini dijalankan untuk keuntungan, bukan hanya politik tapi juga ekonomi," tegasnya.

Hanya saja, secara keseluruhan Wahyu optimistis dampak terbakarnya kilang minyak hanya bersifat sementara.

Kisah Heroik Legenda Persipura dan Manajer SPBU Berhasil Selamatkan SPBU yang Hendak Dibakar Massa

Menurutnya, sentimen fundamental seperti supply dan demand masih menjadi penggerak utama harga minyak.

Sementara itu, belum adanya kejelasan dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk pemangkasan produksi membuat volume produksi minyak dunia terus bertumbuh.

Menurutnya, sikap OPEC yang tidak tegas menentukan pemangkasan produksi, dinilai karena tidak ingin kehilangan pangsa pasarnya.

Apalagi selain dari produksi OPEC, suplai minyak dari AS masih bisa bertambah.

Halaman
123
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved