Wiranto Ditikam

Nilai Intelijen Kebobolan soal Penusukan Wiranto, Gerindra: Harusnya Bisa Dicegah

Ketua DPP Gerindra Sodik Mujahid menilai bukan kebiasaan di Indonesia ada seorang pejabat negara diserang.

Nilai Intelijen Kebobolan soal Penusukan Wiranto, Gerindra: Harusnya Bisa Dicegah
KOMPAS.com/JESSI CARINA
Ketua DPP Gerindra Sodik Mudjahid di kompleks parlemen, Selasa (13/11/2018). 

TRIBUNPAPUA.COM - Ketua DPP Gerindra Sodik Mujahid menilai bukan kebiasaan di Indonesia ada seorang pejabat negara diserang.

Pernyataan Sodik tersebut menyikapi aksi penyerangan terhadap Menteri Kordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).

"Secara umum prihatin, ada kejadian penusukan atau penyerangan kepada seorang pejabat. Sesuatu yang bukan biasa di NKRI dan bukan kebiasaan apalagi budaya Indonesia," ujar Sodik kepada wartawan, Kamis, (10/10/2019).

 

Sebut Pelaku Penusukan Wiranto sebagai Teroris, Jokowi Minta Kapolri, TNI, dan BIN Usut Tuntas

Sodik mempertanyakan kemampuan intelijen Indonesia yang kebobolan atas peristiwa tersebut.

Sebetulnya, aparat bisa cepat menangkap serta menelusuri pelaku.

Namun aparat dinilainya tidak bisa mengantisipasi kejadian penyerangan itu.

"Dipertanyakan kemampuan operasi intelijen. Secepat itu bisa menangkap dan menelusuri pelaku, harusnya bisa dilakukan pencegahan," katanya.

Wiranto Ditusuk, Jusuf Kalla: Ini Pertama Kali Pejabat Negara Diserang dengan Tikaman

Dalam situasi seperti ini menurut Sodik, pejabat negara harus mendapatkan pengamanan yang lebih efektif.
Pengamanan harus cermat tanpa membuat jauh penjabat dengan rakyatnya.

Selain itu, ia meminta aparat mengusut tuntas penyerangan terhadap Wiranto.

"Harus diusut tuntas dan terbuka siapa pelaku untuk pencegahan ke depan dan juga untuk menepis bahwa ini hanya sebuah sandiwara," katanya.

Halaman
123
Editor: mohamad yoenus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved