Breaking News:

Kerusuhan di Papua

ASN Terancam Akan Dipecat Apabila Terbukti Terlibat dalam Rusuh di Wamena Papua

Jika terbukti teribat dalam kerusuhan Wamena 23 September lalu, Aparatur Sipil Negara terancam bakal dipecat.

Editor: Sigit Ariyanto
(Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)
Sepuluh kantor pemerintahan rusak pascra kerusuhan Wamena, Papua. 

Saat ditangkap Kamis pagi tadi, pelaku sempat melarikan diri.

“Sehingga terpaksa dilakukan tindakan terukur yakni dilumpuhkan dengan tembakan,” kata Kapolda.

Dari keterangan awal, pelaku melakukan penusukan, karena balas dendam pribadi, namun salah sasaran.

“Motifnya balas dendam, lalu marah ke semua orang. Ini kan tindakan meresahkan,” ujar Kapolda.

Tindakan pelaku dijerat Pasal 338 subsider Pasal 351 KUHP yakni pembunuhan berencana dengan penganiayaan berat dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Jadi Tameng untuk Selamatkan Warga saat Kerusuhan, 2 Warga Papua Terima Penghargaan Perdamaian

Terkait kasus NW, sudah 4 orang saksi dimintai keterangan, dan sejumlah barang bukti berupa pisau dan motor disita.

Polisi juga terus menggelar razia di Kota Wamena.

Sejumlah senjata tajam berhasil disita dari warga masyarakat.

Kapolda meminta masyarakat Jayawijaya untuk tidak lagi membawa alat-alat tajam ke tengah kota atau di pinggir jalan, karena akan membuat warga yang lain merasa resah dan dapat menciptakan hal-hal yang tidak diinginkan.

“Senjata tajam yang dibawa harus digunakan sesuai dengan fungsinya, seperti untuk berkebun serta kegiatan lain yang baik,” imbau Kapolda.

Pascakerusuhan, Aktivitas Sekolah di Wamena Mulai Berangsur Pulih, Sebagian Siswa Masih Trauma

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved