Breaking News:

Arief Puyuono Kritik Respons Stafsus soal Grasi Jokowi untuk Annas Maamun: Ini Jubir Model Apaan?

Serangan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) diluncurkan imbas dikabulkannya grasi untuk terpidana korupsi Annas Maamun.

Kompas.com/Tribunnews.com
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono. 

TRIBUNPAPUA.COM - Serangan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) diluncurkan imbas dikabulkannya grasi untuk terpidana korupsi Annas Maamun.

Menanggapi hal ini, justru Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono mengkritisi sikap staf khusus (stafsus) presiden yang dianggapnya tak pasang badan.

"Terkait statement Juru Bicara Presiden Fadjroel Rahman dan Stafsus Presiden Bidang Hukum Dini Purwono, kok terkesan justru buang badan dalam memberikan penjelasannya terkait keluarnya Grasi Annas Maamun," kata Arief Poyuono seperti yang dikutip dari laman Kompas.com, Kamis (28/11/2019).

Guru Besar Hukum UI Sebut Grasi yang Dikeluarkan Jokowi Jadi Kewenangan: Bebas Menentukan

Arief menilai, sudah seharusnya Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Staf Khusus Bidang Hukum tersebut ikut memberikan penjelasan terkait dengan grasi ini.

"Ini juru bicara dan stafsus model apaan. Bukannya membantu malah seakan persoalan ini diserahkan pada Presiden Joko Widodo," kata Arief.

Menurut Arief, dua stafsus ini justru bungkam saat publik ramai membicarakan hal ini.

"Nah kangmas (Jokowi) piye iku jubir dan stafsus kangmas, digaji tapi kok enggak bisa membantu kangmas ya," kata dia lagi.

(Mas Jokowi bagaimana itu, jubir dan stafsusnya, digaji kok tidak bisa membantu Anda ya).

Namun, Arief juga mengatakan tidak ada yang salah dari pemberian grasi ini.

"Jadi enggak perlulah grasi yang diberikan pada pelaku tindak pidana korupsi dipermasalahkan apalagi sampai dipolitisasi seakan-akan Joko Widodo tidak pro-pemberantasan korupsi," ujar dia.

Halaman
1234
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved