Pengamat Sebut Majunya Bobby Nasution di Pilkada Merugikan Jokowi: Menang Dicibir, Kalah Malu-maluin

Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio menanggapi keinginan menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Nasution maju pilkada.

Pengamat Sebut Majunya Bobby Nasution di Pilkada Merugikan Jokowi: Menang Dicibir, Kalah Malu-maluin
TRIBUN MEDAN/NANDA F BATUBARA
Menantu Presiden RI Joko Widodo, Bobby Nasution (tengah) saat menghadiri penyambutan mahasiswa baru serta peresmian laboratorium lapangan Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) Institut Pertanian Bogor (IPB) Padanglawas, Selasa (2/10/2018). 

TRIBUNPAPUA.COM - Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio menanggapi positif keinginan menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Nasution untuk maju sebagai Calon Wali Kota Medan.

Namun saja dia menyarankan, agar Bobby tidak maju menjadi Calon Wali Kota Medan di saat Jokowi masih menjadi presiden.

"Kalau setelah bapak Jokowi tidak menjadi presiden, akan lebih baik," ujar pendiri lembaga analisi politik KedaiKOPI ini kepada Tribunnews.com, Rabu (4/12/2019).

Menurut dia, majunya Bobby dalam Pemilihan Wali Kota Medan bisa tak menguntungkan bagi Jokowi.

Merasa Wajar Bobby Nasution dan Gibran Maju Pilkada, Politisi PDIP: Kalau Nepotisme, Terlalu Jauh

Bahkan majunya Bobby saat ini bisa mengurangi citra positif Jokowi yang selama ini terkenal jauh dari kesan akan membangun politik dinasti.

"Secara demokrasi Bobby maju tidak masalah. Tapi secara pencitraan, itu tidak menguntungkan pak Jokowi," jelas Hendri Satrio.

"Karena pak Jokowi sosok yang dikagumi, memahami etika politik yang baik, tidak suka hal yang suka mengambil keuntungan termasuk dinasti politik," imbuhnya.

Lebih lanjut, pria yang mengidolakan klub sepakbola Liverpool FC itu mengatakan, menang ataupun kalah tetap akan ada kerugian yang ditanggung Jokowi.

"Sekali lagi kalau ditanya ini menguntungkan pak Jokowi atau tidak? Ya tidak. Bobby menang dicibirin karena menantu Presiden. Kalah apalagi malu-maluin, masa menantu Presiden kalah," tegasnya.

Namun kata dia, semua dikembalikan kepada Bobby, apakah akan tetap maju pada Pilkada 2020 atau setelah Jokowi tidak lagi menjadi presiden.

Sri Mulyani akan Ganti Rugi Rp 167 Miliar untuk Beras Bulog yang Mengendap Lama di Gudang

Halaman
123
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved