Terlalu Banyak Paparan Berita Buruk Membawa Dampak Negatif untuk Kesehatan, Apa Saja?
Paparan berita buruk dan informasi negatif yang intens dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Anda bisa melihat hal negatif menjadi sesuatu yang biasa. Atau Anda justru melihat hal biasa menjadi sesuatu yang negatif.
Dalam jangka panjang, orang itu jadi pesimistis karena melihat dunia tidak baik-baik saja.
Rentan menimbulkan serangan panik
Bagi orang yang kondisi mentalnya sedang rentan, melihat gambar atau video traumatis bisa memicu gejala post traumatic stress disorder (PTSD).
PTSD adalah gejala mental yang ditandai serangan panik karena pengalaman traumatis.
Studi pada 2011 lalu mengamati perilaku orang yang menonton rekaman video serangan teror di WTC, AS, pada 9 September 2001.
Hasilnya, beberapa responden mengalami serangan panik bervariasi, tergantung durasi menonton dan keterkaitan dengan peristiwa tersebut.
Ada yang mengalami problem kepercayaan diri. Sampai mengkhawatirkan serangan teroris lain di masa depan.
Namun, dampak PTSD atau serangan panik setelah melihat konten negatif tidak dialami semua orang.
Dampak tersebut hanya dialami orang yang mengalami langsung suatu peristiwa traumatis.
Memicu stres akut
Psikoterapis Susanne Babbel mengatakan paparan intens berita buruk atau informasi negatif dapat membuat otak kita sulit rileks.
Ia menjelaskan saat menghadapi trauma, otak kita dirancang untuk mengatasi stres dengan tahap melawan, bangkit, lalu kembali tenang.
"Saat mengalami, melihat, atau mendengar sesuatu yang traumatis, otomatis otak kita masuk ke mode stres," jelas Babbel, seperti dilansir CNN.
Menurutnya, respons orang saat memasuki tahap stres bisa biasa saja atau takut berlebihan karena merasa ada ancaman.