ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Terlalu Banyak Paparan Berita Buruk Membawa Dampak Negatif untuk Kesehatan, Apa Saja?

Paparan berita buruk dan informasi negatif yang intens dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Kompas.com/DragonImages
Ilustrasi stres 

Secara alami, saat stres orang mengeluarkan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin.

Tiga Rumah Sakit di China Berikan Obat Anti-AIDS untuk Obati Pasien Virus Corona

Setelah ada paparan stres tersebut, bagian otak yang bertugas mengendalikan stres idealnya bisa kembali beristirahat.

Namun, paparan berulang informasi atau berita negatif membuat siklus pengendalian stres berjalan tanpa jeda.

"Seiring waktu ketika ada tekanan atau peristiwa negatif berulang-ulang, kelenjar adrenalin jadi bekerja keras," katanya.

Akibatnya, Anda bisa mengalami stres akut.

Mengganggu kesehatan fisik

Bagi orang yang kondisi fisik dan mentalnya sehat, stres umumnya tidak menimbulkan beban kesehatan.

Namun, bagi para lansia atau orang yang secara fisik atau mentalnya rentan, stres bisa merusak kesehatan fisik.

Dampak stres akut bagi kalangan rentan dapat menyebabkan sakit kepala, nyeri otot, sakit perut, gelisah, sampai mengalami gangguan tidur.

Masalah kesehatan tersebut apabila tidak ditangani juga bisa menjadi biang penyakit berbahaya lain seperti jantung, dll.

(Kompas.com/Mahardini Nur Afifah)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 4 Dampak Negatif Terlalu Banyak Paparan Berita Buruk Bagi Kesehatan

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved