ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

WNI Ini Bandingkan Wuhan dan Indonesia saat Virus Corona Menjangkit: Dalam 2 Jam Kota Ditutup

WNI yang pernah dikarantina di Natuna membandingkan kepanikan warga Indonesia dengan warga Wuhan, China soal penyebaran Virus Corona.

Tangkap Layar ILC, Selasa (3/3/2020)
Dodi Setiawan, seorang warga Depok Jawa Barat alumni Natuna hadir bersama istrinya dalam diskusi publik di Indonesia Lawyers Club (ILC) TVOne, Selasa (3/3/2020). 

Sebelumnya, pemerintah kota Wuhan sudah mengumumkan penemuan virus tersebut, namun belum dapat memastikan jenisnya sehingga belum ada kejelasan.

Sebuah pengumuman masker dan hand sanitiser kosong dipasang di depan pintu masuk sebuah minimarket di Jalan Simpang Wilis, Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (3/3/2020). Menurut pegawai minimarket, masker dan hand sanitiser di toko tersebut kosong sejak dua minggu lalu. Kelangkaan masker di Kota Malang terjadi sejak maraknya penyebaran virus corona COVID-19. Surya/Hayu Yudha Prabowo
Sebuah pengumuman masker dan hand sanitiser kosong dipasang di depan pintu masuk sebuah minimarket di Jalan Simpang Wilis, Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (3/3/2020). Menurut pegawai minimarket, masker dan hand sanitiser di toko tersebut kosong sejak dua minggu lalu. Kelangkaan masker di Kota Malang terjadi sejak maraknya penyebaran virus corona COVID-19. Surya/Hayu Yudha Prabowo (Surya/Hayu Yudha Prabowo)

Tetapi setelah ditemukan puluhan korban yang meninggal, maka pemerintah memutuskan menutup semua akses yang ada di kota Wuhan.

Adapun pengumuman dari pemerintah Wuhan tersebut terjadi pada 23 Januari 2020.

Update Kabar 2 WNI Positif Virus Corona, Bisa Pulang ke Rumah jika 2 Kali Pemeriksaan Negatif

"Itu setelah pengumuman pagi jam 8. Setelah pemerintah memutuskan nanti jam 10 pagi kota akan ditutup, transportasi ditiadakan, itu masyarakat langsung racing ke supermarket-supermarket terdekat," kata Dodi, dilansir Indonesia Lawyers Club (ILC) TVOne, Selasa (3/3/2020).

Dodi mengatakan, saat dilakukan penutupan kota Wuhan terdapat sekitar 25 orang yang dinyatakan meninggal dan 800 orang terinfeksi.

Ia pun mengungkapkan perbedaan warga Indonesia dan Wuhan atas kepanikan virus corona itu.

"Perbedaannya di situ. Jadi, kepanikan itu muncul ketika kota (Wuhan) dinyatakan akan ditutup," kata Dodi.

Sementara di Indonesia, masyarakat panik saat baru ditemukan 2 WNI yang positif virus corona, sedangkan kasus terinfeksi belum ada.

"Wajar sih masyarakat di sekitar tempat korban panik. Mengingat juga mereka pasti melihat berita yang sebelumnya terjadi di Wuhan, waktu kami juga ada di sana," kata Dodi.

Walau demikian, senada dengan Firni menurutnya pemerintah harus lebih meyakinkan masyarakat yang ada di perumahan Studio Alam Indah.

Ada Gejala Virus Corona setelah Pulang dari RS di Singapura, Warga Tanjungpinang Langsung Diisolasi

Ia berharap masyarakat sekitar rumahnya untuk lebih tenang, dapat mengendalikan diri, dan saling meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Selain itu, sikap waspada juga harus diterapkan, namun tidak perlu hingga berujung heboh dan menggemparkan karena akan menimbulkan kecemasan bagi yang lain.

(Tribunnews.com/Nidaul Urwatul Wutsqa)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Soal Penyebaran Virus Corona, Alumni Natuna Bandingkan Kepanikan Warga Wuhan dengan Indonesia

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved