Dengar Data Corona yang Disampaikan Anies dan Pemerintah Berbeda, Najwa Shihab: Ada yang Ditutupi?

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan data pasien virus corona di Jakarta berbeda dari yang disampaikan pemerintah pusat.

(YouTube Najwa Shihab)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam tayangan Mata Najwa, Rabu (18/3/2020). 

TRIBUNPAPUA.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan data pasien virus corona di Jakarta berbeda dari yang disampaikan pemerintah pusat.

Pembawa acara Mata Najwa, Najwa Shihab, langsung memotong pembicaraan dan bertanya-tanya apakah perbedaan ini semata karena kurang koordinasi atau ada pihak yang menutupi data.

Dilansir Tribunnews.com, data tersebut diungkap Anies dalam teleconference unggahan YouTube Najwa Shihab, Rabu (18/3/2020).

Awalnya, Anies menjelaskan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) serta pasien dalam pengawasan (PDP) yang ada di Jakarta.

Pada akhir Februari 2020, tercatat 115 ODP yang pada 18 Maret 2020 sudah melonjak menjadi 862

"Pada tanggal 29 Februari ketika saya pertama kali menyampaikan bahwa di Jakarta ada orang dalam pemantauan dan pasien dalam pengawasan," ujar Anies.

"Angka kita waktu itu 115 orang kemudian hari ini sudah menjadi 862 orang (dalam pemantauan)," sambungnya.

Sementara itu jumlah PDP dari 32 menjadi 374, serta pasien positif ada 160 orang, dan 15 dinyatakan meninggal dunia.

Dengan demikian, tingkat kematian di Jakarta cukup tinggi.

"Kalau yang positif yang sekarang pasien, dari 32 ada 374 pasien, dan angka kematian di Jakarta ini cukup tinggi, dari total saat ini ada 160 orang positif, kita memiliki angka 15 orang yang meninggal dunia," terang Anies.

"Jadi 9,4 persen," imbuhnya.

 

Halaman
1234
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved