ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Miliki Gejala Berbeda, Cerita Pasien Positif Corona: Tak Bisa Mendengar hingga Mencium Bau

Seorang wanita berusia 20 tahun menceritakan soal penyakit corona virus (Covid-19) yang dideritanya.

AFP/ANDREAS SOLARO
Para pekerja medis membawa seorang pasien di bawah perawatan intensif ke rumah sakit sementara Columbus Covid 2 yang baru dibangun pada 16 Maret 2020 untuk para pasien coronavirus di Gemelli di Roma. Wabah Virus Corona di Italia Makin Parah, Orang Berusia 80 ke Atas akan Dibiarkan Mati jika Kondisinya Kritis 

TRIBUNPAPUA.COM - Seorang wanita berusia 20 tahun menceritakan soal penyakit Corona Virus (Covid-19) yang dideritanya.

Diketahui gejala yang Ia rasakan pun berbeda dengan orang kebanyakan.

Dirinya pun membagikan kisahnya untuk membantu orang lain.

"Saya tidak akan membagikan cerita saya, tetapi sekarang saya melihat orang lain melaporkan gejala yang sangat berbeda dari saya, saya merasa penting untuk menceritakan pengalaman saya kepada semua orang," tulisnya dilansir dari Mirror.co.uk, Senin (23/2/2020).

Julia menuliskan pada 29 Februari 2020 pihaknya merasakan sakit saat bangun tidur.

"Kepalaku berdebar, telingaku berdenyut-denyut, dan rasanya seperti tenggorokanku terbakar. Tubuhku sakit, aku kedinginan, dan aku demam 100,2 derajat. Aku mengambil obat anti-radang dan tetap di tempat tidur. sepanjang hari."

Tweet selanjutnya menceritakan aktifitasnya di hari terakhir Julia di Italia, pada 3 Maret 2020.

Dirinya menuliskan masih berjuang melawan sakit yang dideritanya.

Bahkan dirinya hingga tidak bisa mendengar.

Julia, Wanita muda 20 tahun yang menceritakan soal sakit akibat virus corona yang dideritanya (Gambar: @ JuliaBuscaglia / Twitter)
Julia, Wanita muda 20 tahun yang menceritakan soal sakit akibat virus corona yang dideritanya (Gambar: @ JuliaBuscaglia / Twitter) (Gambar: @ JuliaBuscaglia / Twitte)

"Saya tidak bisa mendengar, dan pada titik ini saya kehilangan semua kemampuan untuk merasakan dan mencium bau, namun saya tidak memiliki pilek atau batuk," bunyinya.

Julia juga merasakan sakit kepala yang terus-menerus di siang hari.

Hingga akhirnya dirinya memutuskan untuk kembali ke Amerika dari Italia.

Tweet selanjutnya pada 4 Maret 2020 saat menggunakan transportasi pesawat, tidak ada screening soal kemungkinan dirinya menderita Covid-19.

Hal tersebut membuatnya tak terbersit soal kemungkinan dirinya positif Virus Corona.

Namun hingga sampai Amerika, dirinya masih merasa sakit, dan mulai melakukan Karantina diri sendiri.

Halaman
123
Sumber: Tribun Ambon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved