Puasa Ramadhan 2020
Insomnia Bisa Mengancam saat Bulan Puasa, Ini Penyebab dan Tips untuk Menghindarinya
Tidur adalah bagian penting dari kesehatan mental dan menjadi alat terbesar dalam meningkatkan keadaan seseorang.
Penulis: Roifah Dzatu Azmah | Editor: mohamad yoenus
Gangguan tidur (atau kelelahan siang hari yang terkait) menyebabkan tekanan klinis signifikan atau gangguan dalam bidang sosial, pekerjaan, atau bidang fungsi penting lainnya.
Gangguan tidur tidak terjadi secara eksklusif selama narkolepsi, gangguan tidur terkait pernapasan, gangguan tidur ritme sirkadian, atau parasomnia.
Gangguan tidak terjadi secara eksklusif selama gangguan mental lain (misalnya, gangguan depresi mayor, gangguan kecemasan umum, delirium).
Gangguan ini bukan karena efek fisiologis langsung dari suatu zat (misalnya obat-obatan) atau kondisi medis umum.
Berdasarkan ini, jika Anda berpikir bahwa Anda memiliki satu atau lebih dari kondisi di atas, Anda mungkin menderita insomnia.
Jangan khawatir.
Ada beberapa tips yang akan membantu Anda mendapatkan malam yang lebih tenang:
- Tetap berjam-jam
tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari akan memprogram tubuh Anda untuk tidur lebih baik.
Pilih waktu ketika Anda paling mungkin merasa mengantuk.
- Kurang kafein
Kurangi kafein, terutama di malam hari.
Ini mengganggu proses tertidur dan mencegah tidur nyenyak.
Efek kafein dapat bertahan lama (hingga 24 jam) sehingga kemungkinan mempengaruhi tidur sangat signifikan.
Sebagai gantinya, minumlah susu hangat atau teh herbal.
- Jangan merokok
Jika Anda perokok biasa, sulit untuk tidak merokok selama setidaknya 16 jam selama bulan Bulan Ramadan, tetapi itu buruk untuk tidur.
Perokok membutuhkan waktu lebih lama untuk tertidur, mereka bangun lebih sering, dan sering memiliki tidur yang lebih terganggu.
• Cara Menghitung Fidyah yang Harus Dibayar untuk Ganti Utang Puasa, Simak Berikut Ini
- Berolahraga secara teratur Olahraga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/ilustrasi-tidur-di-sofa.jpg)