Breaking News:

Virus Corona

Akui Pandemi Corona Hambat Realisasi Janji Kampanyenya, Ridwan Kamil: Tapi Nyawa Kan Urusan Pertama

Ridwan Kamil mengakui pandemi Covid-19 menghambat realisasi janji kampanyenya yang sudah tertuang dalam RPJMD

Instagram @humas_jabar
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat menjelaskan terkait kebijakan penanganan Virus Corona 

TRIBUNPAPUA.COM - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengakui pandemi Covid-19 menghambat realisasi janji kampanyenya yang sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Ia menuturkan, dari hasil analisa banyak proyek strategis yang terpaksa digeser tahun depan lantaran terhambat pandemi ini.

Ia mencontohkan, banyak proyek alun-alun daerah yang terkendala, hingga proyek masjid Al Jabar yang mesti terhenti.

"Jadi banyak program pemerintah yang harus digeser ke 2021. Akibatnya target saya makin lambat dengan Covid ini. Tapi nyawa kan urusan pertama. Pokoknya dengan Covid mah saya gak bisa 100 persen saja secara angka," ungkap Emil, sapaan akrabnya di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (16/7/2020).

Sebut Bansos Corona Hanya sampai Juli, Ridwan Kamil: Kalau Lebih, Kami Tak Punya Uang

Dengan situasi saat ini, kata dia, ia mesti berkomunikasi dengan DPRD Jabar untuk kembali menyelaraskan target kinerjanya.

"Itu sudah kami siapkan tinggal kami komunikasikan. Artinya RPJMD itu targetnya pasti akan berkurnag. Entah dari 10 disepakati 7, dari 100 jadi 60, itu pasti ada," kata dia.

Sementara itu disinggung soal arahan Presiden Joko Widodo soal penyerapan anggaran, Emil menjelaskan, saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia minus empat persen karena terdampak pandemi.

Data itu ia dapati saat menghadiri rapat bersama Presiden kemarin.

Emil menuturkan, minimnya serapan anggaran disebabkan banyak program kegiatan yang terhenti karena pandemi.

Tanggapi soal Rhoma Irama, Ridwan Kamil: Saat Ada Pelanggaran yang Repot Siapa?

Bahkan, kebijakan work from home bagi aparatur sipil negara di Jabar dinilai tak efektif jika diukur melalui indikator kinerja. Akibatnya, anggaran belanja daerah tak terserap maksimal.

"Setelah kita evaluasi WFH ini tidak produktif juga sebagai indikator kinerjanya. Jadi artinya penugasannya kurang produktif, bahwa fisik WFH benar tapi pekerjaan kan. Salah satunya penyerapan anggaran kita nih yang masih belum maksimal. Memang ada beberapa dinas yang enggak bisa ke lapangan melakukan belanja maksimal," jelasnya.

(Kompas.com/Kontributor Bandung, Dendi Ramdhani)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ridwan Kamil Akui Pandemi Covid-19 Ganjal Realisasi Janji Kampanyenya

Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved