Breaking News:

Soal Tudingan "Sengaja" Membakar Hutan Papua untuk Lahan Sawit, Ini Kata Korindo Group

Korindo Group buka suara soal tudingan menggunakan api untuk membuka hutan Papua demi memperluas lahan sawit.

Editor: Roifah Dzatu Azmah
GREENPEACE via BBC INDONESIA
Pada 2015 marga pemilik hak ulayat sepakat untuk melepas hutan adat mereka dengan menerima ganti rugi Rp100.000 untuk tiap hektar hutan adat yang kini menjadi area PT Tunas Sawa Erma Blok-E seluas 19.000 hektar. 

TRIBUNPAPUA.COM - Korindo Group buka suara soal tudingan menggunakan api untuk membuka hutan Papua demi memperluas lahan sawit.

Hal ini setelah sebuah hasil investigasi visual yang menunjukkan perusahaan raksasa asal Korea Selatan itu "secara sengaja" melakukan hal tersebut.

Public Relations Manager Korindo Group Yulian Mohammad Riza mengatakan, pihaknya telah melakukan pembayaran pelepasan hak atas tanah ulayat kepada 10 marga seluas 16.000 hektar yang berada di areal PT Tunas Sawa Erma Blok E.

"Sesuai dengan perjanjian dan jumlah yang telah disepakati bersama, termasuk dengan Petrus Kinggo yang menjadi narasumber di pemberitaan tersebut," kata Yulian dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (15/11/2020).

Lebih lanjut, Yulian mengklaim pihaknya belum melakukan pembukaan wilayah, meskipun telah membayar kompensasi pelepasan lahan itu.

Selain itu, Yulian juga meragukan keterangan yang disampaikan oleh seorang narasumber investigasi BBC Indonesia itu, Elisabeth Ndiwaen.

Baca juga: Buka Suara terkait Investigasi Greenpeace soal Kebakaran Hutan Papua, KLHK: Itu Video Tahun 2013

Menurut dia, Elisabeth bukan lah seorang perwakilan marga yang menduduki wilayah tersebut.

"Yang bersangkutan lahir dan dibesarkan di Kota Merauke yang jaraknya sangat jauh sekitar 400 km (jalan darat dan sungai) dari lokasi perkebunan," ujar dia.

Bukan hanya itu, Korindo juga membantah tuduhan pembakaran hutan yang terjadi pada periode 2011-2016.

Yulian menyebutkan, The Forest Stewardship Council (FSC) pada Agustus 2019 menyatakan bahwa pihak FSC telah melakukan investigasi di lapangan pada Desember 2017.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved